Cara Mengidentifikasi Kerusakan Peralatan Kimia

Sebuah peralatan laboratorium tidak lepas dengan adanya suatu kerusakan terhadap alat-alat laboratorium tersebut, nah maka dari itu bagi anda khususnya yang biasa menggunakan alat-alat laboratorium maka dari itu sangat penting untuk mengetahui bagaimana cara mengetahui kerusakan terhadap peralatan-peralatan laboratorium. Maka dari itu berikut ini silahkan anda baca pembahasan tentang cara mengidentifikasi kerusakan terhadap peralatan kimia.

Untuk menghindari sebuah kecelakaan kerja di lab dan meningkatkan kualitas pembelajaran di laboratorium, maka anda perlu mempunyai pengetahuan khusus tentang karakteristik alat kimia dan sumber penyebab kerusakan alat agar bisa mengidentifikasi kerusakan alat tersebut.

Penyebab kerusakan alat laboratorium

Peralatan laboratorium kimia khususnya dapat rusak walaupun tidak digunakan sekalipun, kerusakan alat kimia disebabkan oleh beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Maka dari itu anda perlu mengidentifikasi kerusakan peralatan Kimia dengan mengetahui beberapa faktor penyebabnya berikut.

Berikut ini adalah beberapa faktor-faktor yang dapat menyebabkan kerusakan pada alat lab kimia adalah :

1. Perubahan temperatur

Beberapa jenis alat kimia peka terhadap perubahan temperatur, temperatur yang tinggi dapat menyebabkan alat-alat memual, tetapi kadang pemuaian tidak teratur sehingga bentuk alat akan berubah dan menyebabkan fungsi alat tersebut berubah pula.

Temperatur ruangan yang cukup tinggi daoat memicu terjadinya oksidasi, merusak cat, merusak alat elektronik karena komponen elektronik mempunyai batas kerja normal pada rentang temperatur tertentu.

Keadaan temperatur yang terlalu rendah juga mempunyai akibat yang serupa, misalnya alat ukur seperti gelas ukur, buret, pipet, alat tersebut tidak boleh dipanaskan.

Gambar pipet, buret, dan gelas ulur

2. Kelembaban udara

udara mengandung oksigen dan uap air, kondisi udara yang lembab membuat alat-alat kimia dari logam seperti besi menjadi berkarat. Alat yang terbuat dari logam lain seperti seng, tembaga, kuningan, dan lain-lain menjadi kusam. Udara mengandung oksigen dan uap air, oleh karena itu penyimpanan alat dari logam harus dihindarkan dari kontak dengan udara. Contoh alatnya seperti spatula, kawat kasa, dan alat kimia lainya yang berbahan dasar logam.

Gambar spatula kimia

3. Air, Asam, Basa, dan cairan lainnya

Air akan mempercepat rusaknya alat-alat kimia, oleh karena itu menyimpan alat harus dalam keadaan kering, dan tempat alat pun harus kering. Zat kimia yang bersifat asam dan basa mempunyai daya rusak yang lebih hebat dari air.

Jika ada bahan kimia asam dan basa disimpan dalam botol yang tidak tertutup rapat dan diletakan berdasarkan, misal uap asam klorida (HCL) bertemu dengan uap ammonia (NH4OH), itu akan bereaksi menghasilkan uap ammonium klorida (NH4CI) yang dapat merusak alat-alat dari bahan logam.

Cara yang paling baik untuk mencegah kerusakan alat-alat yang disebabkan oleh asam adalah dengan mengisolir asam itu sendiri. Misalnya menempatkan botol asam yang tertutup rapat di dalam lemari khusus atau lemari asam yang selalu ada di laboratorium kimia.

Pengaruh basa terhadap alat kimia sama dengan pengaruh asam. Maka pencegahannya tidak berbeda dengan pengaruh asam, Demikian pula pada cairan kimia diluar asam, basa, maupun air dapat menyebabkan kerusakan pada alat-alat kimia.

lemari asam
Gambar lemari asam
HCL, Ammonia dan Ammonium klorida
Gambar HCL, Ammonia dan Ammonium klorida

4. Debu atau kotoran

Debu atau kotoran adalah salah satu penyebab rusaknya alat, suatu alat secara terus menerus terkena debu dan jarang dibersihkan akan mudah rusak, misalnya neraca analitik. Pada umumnya di sekolah-sekolah, neraca tidak disimpan pada lemari tetapi dimeja ruang persiapan, bersatu atau berdekatan dengan berbagai macam zat kimia. Hal ini menyebabkan piring neraca berdebu dan bernoda. Keadaan seperti ini dapat menyebabkan neraca menjadi tidak seimbang dan mudah rusak.

Gambar Neraca analitik

5. Mekanis

Alat-alat di laboratorium kimia banyak yang terbuat dari bahan dasar kaca atau gelas, oleh karena itu,, harus dihindarkan dari benturan-benturan atau gerakan mekanis lainnya, seperti tekanan atau temperatur atau juga pada saat pencucian.

6. Cara penyimpanan alat kimia

Cara pentimpanan alat yang salah dan kurang tepat dapat mengakibatkan kerusakan pada peralatan kimia.

7. Faktor usia alat (Life Time)

Usia alat kimia dapat menjadi sumber kerusakan, karena setiap alat kimia mempunyai keterbatasan waktu optimal pemakaiannya.

8. Desain alat dan bahan dasar alat itu sendiri

Pada umumnya peralatan kimia terbuat dari bahan dasar kaca/gelas, peralatan tersebut akan mudah pecah atau patah karena benturan atau pemanasan, oleh karena itu perlu diperhatikan jenis kacanya jika alat tersebut digunakan untuk pemanasan pada temperatur tunggi.

Setelah bahan dasarnya yang rentan, ada juga karena desainnya, misal buret, mudah patah dan terjadi penyumpatan pada keran disebabkan karena tidak segera dibersihkan sehabis digunakan atau pada saat digunakan, klem buret tidak dilapisi gabus.

Nah itulah bagaimana cara melakukan pengecekan atau mengindentifikasi kerusakan peralatan kimia, setelah anda membaca beberapa faktor terjadinya kerusakan diatas tentunya anda akan paham bagaimana caranya mengetahui kerusakan alat-alat kimia tersebut. Mudah-mudahan artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *