Pengertian Control Panel di Hosting atau Server

oleh | Des 18, 2023 | Website

Control panel di hosting atau server adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengelola dan mengatur berbagai aspek layanan hosting atau server. Control panel memudahkan pengguna untuk melakukan hal-hal seperti:

  • Mendaftarkan dan mengelola domain dan subdomain
  • Menginstal dan mengonfigurasi aplikasi web
  • Mengunggah dan mengedit file website
  • Membuat dan mengatur akun email berbasis domain
  • Membuat dan mengelola database
  • Membuat dan mengembalikan backup
  • Memonitor penggunaan sumber daya dan keamanan

Dengan control panel, pengguna tidak perlu memiliki pengetahuan teknis yang tinggi untuk mengelola hosting atau server. Control panel menyediakan antarmuka yang ramah pengguna dan mudah digunakan.

Fungsi Control Panel Web Server

Control panel di hosting atau server memiliki banyak fungsi yang berguna bagi pengguna. Berikut adalah beberapa fungsi utama dari control panel:

1. Mengelola Domain dan Subdomain

Domain adalah nama unik yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah website di internet. Subdomain adalah bagian dari domain yang dapat digunakan untuk membuat website yang berbeda atau terpisah dari website utama. Misalnya, blog.example.com adalah subdomain dari example.com.

Control panel memungkinkan pengguna untuk mendaftarkan dan mengelola domain dan subdomain dengan mudah. Pengguna dapat menambahkan, menghapus, atau mengubah domain dan subdomain yang terhubung dengan hosting atau server. Pengguna juga dapat mengatur DNS (Domain Name System) yang berfungsi untuk menghubungkan domain dengan alamat IP dari hosting atau server.

2. Menginstal dan Mengonfigurasi Aplikasi Web

Aplikasi web adalah program yang dijalankan di server dan dapat diakses melalui browser. Aplikasi web dapat berupa CMS (Content Management System), e-commerce, forum, blog, dan lain-lain. Aplikasi web memudahkan pengguna untuk membuat dan mengelola website tanpa harus menulis kode.

Control panel menyediakan fitur yang memungkinkan pengguna untuk menginstal dan mengonfigurasi aplikasi web dengan cepat dan mudah. Pengguna dapat memilih dari berbagai aplikasi web yang tersedia di control panel, seperti WordPress, Joomla, Magento, Drupal, dan lain-lain. Pengguna juga dapat mengatur pengaturan, plugin, tema, dan fitur lainnya dari aplikasi web yang diinstal. Baca juga “Cara Instal WordPress di Cpanel dengan Softaculous“.

3. Mengunggah dan Mengedit File Website

File website adalah kumpulan dari file-file yang membentuk sebuah website, seperti HTML, CSS, JavaScript, gambar, video, dan lain-lain. File website harus disimpan di hosting atau server agar dapat diakses oleh pengunjung.

Control panel menyediakan fitur yang memungkinkan pengguna untuk mengunggah dan mengedit file website dengan mudah. Pengguna dapat menggunakan manajer file yang ada di control panel untuk mengelola file website, seperti membuat, menghapus, mengubah nama, memindahkan, atau mengunduh file. Pengguna juga dapat menggunakan editor file yang ada di control panel untuk mengedit file website secara langsung.

4. Membuat dan Mengatur Akun Email Berbasis Domain

Akun email berbasis domain adalah akun email yang menggunakan nama domain sebagai bagian dari alamatnya. Misalnya, admin@example.com adalah akun email berbasis domain dari example.com. Akun email berbasis domain memberikan kesan yang lebih profesional dan kredibel daripada akun email gratisan.

Control panel memungkinkan pengguna untuk membuat dan mengatur akun email berbasis domain dengan mudah. Pengguna dapat menambahkan, menghapus, atau mengubah akun email berbasis domain yang terhubung dengan hosting atau server. Pengguna juga dapat mengatur pengaturan, filter, alias, forwarder, dan fitur lainnya dari akun email berbasis domain. Baca Juga “Cara Membuat Akun Webmail di cPanel

5. Membuat dan Mengelola Database

Database adalah tempat untuk menyimpan dan mengelola data yang digunakan oleh aplikasi web. Database memungkinkan aplikasi web untuk menyimpan, mengambil, memperbarui, dan menghapus data secara efisien dan aman. Database yang umum digunakan oleh aplikasi web adalah MySQL, PostgreSQL, MongoDB, dan lain-lain.

Control panel memungkinkan pengguna untuk membuat dan mengelola database dengan mudah. Pengguna dapat menambahkan, menghapus, atau mengubah database yang terhubung dengan hosting atau server. Pengguna juga dapat mengatur pengguna, hak akses, backup, dan fitur lainnya dari database.

6. Membuat dan Mengembalikan Backup

Backup adalah proses untuk membuat salinan dari file website, database, dan konfigurasi yang ada di hosting atau server. Backup berguna untuk mencegah kehilangan data akibat kesalahan, kerusakan, atau serangan. Backup juga memudahkan pengguna untuk memindahkan atau mengembalikan website ke hosting atau server yang lain.

Control panel memungkinkan pengguna untuk membuat dan mengembalikan backup dengan mudah. Pengguna dapat membuat backup secara manual atau otomatis sesuai dengan jadwal yang diinginkan. Pengguna juga dapat mengembalikan backup dengan beberapa klik saja. Baca juga “All-in-One WP Migration vs UpdraftPlus: Mana yang Lebih Bagus?“.

7. Memonitor Penggunaan Sumber Daya dan Keamanan

Sumber daya adalah kapasitas dan kinerja yang dimiliki oleh hosting atau server, seperti disk space, bandwidth, CPU, RAM, dan lain-lain. Sumber daya mempengaruhi performa dan stabilitas dari website. Keamanan adalah tingkat perlindungan yang dimiliki oleh hosting atau server terhadap ancaman, seperti virus, malware, spam, dan serangan.

Control panel memungkinkan pengguna untuk memonitor penggunaan sumber daya dan keamanan dengan mudah. Pengguna dapat melihat statistik dan grafik yang menampilkan penggunaan sumber daya dan keamanan dari hosting atau server. Pengguna juga dapat mengatur pengaturan, firewall, SSL, dan fitur lainnya yang berkaitan dengan sumber daya dan keamanan.

Macam-macam Control Panel Hosting

Ada banyak jenis control panel di hosting atau server yang tersedia di internet, dan masing-masing memiliki desain dan fitur yang berbeda. Berikut adalah beberapa contoh control panel di hosting atau server yang populer:

1. cPanel

Control panel yang paling banyak digunakan di dunia, terutama untuk hosting berbasis Linux. cPanel memiliki antarmuka yang sederhana dan mudah digunakan, serta fitur yang lengkap dan powerful. cPanel juga memiliki versi untuk server yang disebut WHM (Web Host Manager). Kunjungi website resminya disini.

2. Plesk

Control panel yang dapat digunakan untuk hosting dan server berbasis Linux atau Windows. Plesk memiliki antarmuka yang modern dan elegan, serta fitur yang fleksibel dan terintegrasi. Plesk juga memiliki fitur keamanan yang canggih dan terbaru. Kunjungi website resminya disini.

3. Webuzo

Control panel yang dirancang untuk hosting dan server berbasis Linux yang hanya memiliki satu domain. Webuzo memiliki antarmuka yang simpel dan intuitif, serta fitur yang praktis dan efisien. Webuzo juga memiliki fitur auto-installer yang memungkinkan pengguna untuk menginstal lebih dari 400 aplikasi web dengan mudah. Kunjungi website resminya disini.

4. Cyberpanel

Control panel yang berbasis pada OpenLiteSpeed, sebuah web server yang cepat dan ringan. Cyberpanel memiliki antarmuka yang minimalis dan responsif, serta fitur yang optimal dan inovatif. Cyberpanel juga memiliki fitur auto-SSL yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan sertifikat SSL gratis dari Let’s Encrypt dengan mudah. Kunjungi website resminya disini.

5. VestaCP

Control panel yang berfokus pada kecepatan dan kesederhanaan. VestaCP memiliki antarmuka yang bersih dan rapi, serta fitur yang esensial dan berguna. VestaCP juga memiliki fitur backup yang handal dan mudah diatur. Kunjungi website resminya disini.

6. DirectAdmin

Control panel yang berfokus pada stabilitas dan keamanan. DirectAdmin memiliki antarmuka yang klasik dan fungsional, serta fitur yang standar dan andal. DirectAdmin juga memiliki fitur anti-spam yang efektif dan mudah dikonfigurasi. Kunjungi website resminya disini.

7. Webmin

Control panel yang berfokus pada fleksibilitas dan kontrol. Webmin memiliki antarmuka yang kompleks dan detail, serta fitur yang luas dan mendalam. Webmin juga memiliki fitur modul yang memungkinkan pengguna untuk menambahkan fungsi tambahan sesuai dengan kebutuhan. Kunjungi website resminya disini.

8. ISPmanager

Control panel yang berfokus pada skalabilitas dan integrasi. ISPmanager memiliki antarmuka yang dinamis dan adaptif, serta fitur yang komprehensif dan terkini. ISPmanager juga memiliki fitur API yang memungkinkan pengguna untuk menghubungkan control panel dengan aplikasi atau layanan lain. Kunjungi website resminya disini.

Selain yang disebutkan diatas masih banyak sekali control panel yang tidak admin sebutkan, namun diatas adalah salah satu control panel yang sering digunakan.

Kelebihan dan Kekurangan Control Panel

Control panel di hosting atau server memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum memilihnya. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari control panel:

Kelebihan

  • Memudahkan pengguna untuk mengelola dan mengatur hosting atau server tanpa harus memiliki pengetahuan teknis yang tinggi.
  • Menyediakan fitur yang lengkap dan bervariasi untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi pengguna.
  • Menyediakan antarmuka yang ramah pengguna dan mudah digunakan, serta dukungan dan dokumentasi yang baik.
  • Menyediakan fitur keamanan yang canggih dan terbaru untuk melindungi hosting atau server dari ancaman.
  • Menyediakan fitur backup yang handal dan mudah diatur untuk mencegah kehilangan data.

Kekurangan

  • Memerlukan biaya tambahan untuk membeli atau menyewa lisensi dari control panel, terutama yang berbayar.
  • Memerlukan sumber daya tambahan untuk menjalankan control panel, terutama yang memiliki fitur yang banyak dan kompleks.
  • Memerlukan waktu dan usaha untuk mempelajari dan menguasai control panel, terutama yang memiliki antarmuka yang kompleks dan detail.
  • Memerlukan ketergantungan pada control panel, terutama yang memiliki fitur yang spesifik dan terintegrasi.
  • Memerlukan keterbatasan pada control panel, terutama yang memiliki fitur yang terbatas dan tidak mendukung fungsi tambahan.

Cara Memilih Control Panel Hosting

Control panel di hosting atau server adalah alat yang penting dan berguna bagi pengguna. Namun, tidak semua control panel cocok dan sesuai untuk setiap pengguna. Oleh karena itu, pengguna perlu memilih control panel yang tepat dan terbaik untuk hosting atau server mereka. Berikut adalah beberapa cara untuk memilih control panel di hosting atau server:

  • Menentukan tujuan dan kebutuhan dari hosting atau server, seperti jenis, ukuran, fitur, dan budget.
  • Meneliti dan membandingkan berbagai jenis control panel yang tersedia di internet, seperti desain, fitur, harga, dan ulasan.
  • Mencoba dan menguji control panel yang diminati dengan menggunakan demo, trial, atau versi gratis yang disediakan oleh penyedia control panel.
  • Memilih control panel yang paling sesuai dan memuaskan dengan hosting atau server, serta membeli atau menyewa lisensi dari control panel tersebut.

Demikianlah artikel yang saya buat dari judul “Pengertian Control Panel di Hosting atau Server”. Semoga artikel ini bermanfaat dan informatif bagi Anda. Jika ada pertanyaan silahkan tinggalkan komentar dibawah ini untuk sharing tentang Control Panel.

Sumber artikel:

Bagikan ini ke:
<a href="https://bloglab.id/author/bloglab/" target="_self">Erwin Widianto</a>

Erwin Widianto

Content Creator

Saya adalah seorang Content Creator dan SEO Spesialist yang berasal dari Jawa Barat, Indonesia yang memulai karir di bidang Digital Marketing sejak tahun 2017 hingga sekarang.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×