Alat-alat Laboratorium Beserta Fungsinya

Pada pemabahasan artikel berikut ini disini admin Blog Lab akan mengenalkan beberapa macam alat laboratorium yang biasa sering di temukan di laboratorium. Berikut adalah beberapa alat laboratorium beserta fungsinya :

1. Pipet

Gambar pipet laboratorium
Gambar pipet laboratorium

Pipet adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur volume cairan dengan tepat. Ada beberapa jenis pipet, termasuk:

  • Pipet tetes: digunakan untuk mengukur volume cairan yang sangat kecil, biasanya dalam skala tetes.
  • Pipet ukur: digunakan untuk mengukur volume cairan dalam skala mililiter atau liter.
  • Pipet volumetrik: digunakan untuk mengukur volume cairan dengan tingkat akurasi yang tinggi, biasanya digunakan dalam analisis kimia.

Cara menggunakan pipet tetes adalah dengan menyedot cairan yang akan diukur ke dalam pipet dengan mulut atau dengan menggunakan pompa mekanis. Kemudian, cairan tersebut dikeluarkan dengan mengendurkan jari pada ujung pipet.

Pipet ukur dan pipet volumetrik dapat digunakan dengan cara yang sama, yaitu dengan menyedot cairan ke dalam pipet dan mengeluarkannya pada volume yang diinginkan. Namun, pipet volumetrik dapat dibaca langsung pada skala yang terdapat pada pipet tersebut, sedangkan pipet ukur harus dibaca dengan menggunakan alat bantu seperti mengukur menggunakan mengukur menggunakan micropipet.

2. Centrifuge

Gambar Centrifuge Laboratorium
Gambar Centrifuge Laboratorium

Centrifuge adalah alat laboratorium yang digunakan untuk memisahkan zat-zat dengan berat jenis yang berbeda dengan cara meng centrifugasi. Centrifugasi adalah proses pemisahan yang menggunakan gaya sentrifugal untuk memisahkan zat-zat yang berbeda berdasarkan berat jenisnya.

Ada beberapa jenis centrifuge, termasuk:

  1. Centrifuge sentrifug: digunakan untuk memisahkan zat-zat dari cairan, seperti pemisahan serum dari darah.
  2. Centrifuge ultracentrifug: digunakan untuk memisahkan partikel-partikel yang sangat kecil, seperti protein atau lipoprotein.
  3. Microcentrifuge: digunakan untuk memisahkan zat-zat dari sampel yang sangat kecil, seperti sampel DNA atau RNA.

Dalam proses centrifugasi, sampel ditempatkan dalam wadah yang disebut rotor, yang kemudian diputar pada kecepatan yang tinggi. Gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh putaran rotor akan membuat zat-zat dengan berat jenis yang berbeda berpindah ke posisi yang berbeda dalam rotor.

Pemisahan yang dihasilkan dari centrifugasi dapat digunakan untuk berbagai macam analisis seperti pemurnian protein, isolasi sel, dan pemisahan fraksi.

3. Mikroskop

 Gambar Mikroskop Laboratorium
Gambar Mikroskop Laboratorium

Mikroskop adalah alat laboratorium yang digunakan untuk memperbesar gambar zat-zat yang sangat kecil. Mikroskop terdiri dari lensa yang digunakan untuk memperbesar gambar, serta mekanisme untuk mengatur fokus dan cahaya.

Ada beberapa jenis mikroskop, termasuk:

  1. Mikroskop cahaya: digunakan untuk memperbesar gambar zat-zat yang dapat dilihat dengan mata telanjang, seperti sel atau tumbuhan.
  2. Mikroskop elektron: digunakan untuk memperbesar gambar zat-zat yang sangat kecil, seperti virus atau protein.
  3. Mikroskop fluorescence: digunakan untuk melihat zat-zat yang ditandai dengan fluorescence, seperti protein atau sel.

Mikroskop cahaya terdiri dari dua lensa utama yaitu lensa objektif dan lensa okuler. Lensa objektif digunakan untuk memperbesar gambar sampel dan lensa okuler digunakan untuk memperbesar gambar dari lensa objektif.

Mikroskop elektron bekerja dengan menyinari sampel dengan elektron yang digerakkan dengan tegangan tinggi dan lensa elektron yang digunakan untuk memperbesar gambar dari sampel yang dihasilkan oleh interaksi elektron dengan atom dari sampel. Mikroskop ini memperbesar gambar sampel dengan jauh lebih tinggi dibandingkan mikroskop cahaya.

Mikroskop fluorescence bekerja dengan menyinari sampel dengan cahaya dengan panjang gelombang tertentu, yang hanya dapat dilihat oleh zat-zat yang ditandai dengan fluorescence. Ini memungkinkan untuk melihat zat-zat yang sangat kecil dalam lingkungan yang sangat terang.

4. Bunsen burner

Gambar Bunsen burner Laboratorium
Gambar Bunsen burner Laboratorium

Bunsen burner adalah alat laboratorium yang digunakan untuk menghasilkan api yang digunakan dalam proses pemanasan atau sterilisasi. Bunsen burner terdiri dari sebuah tabung yang menghasilkan gas (biasanya gas propana atau gas butana) yang dibakar untuk menghasilkan api.

Bunsen burner memiliki kontrol gas dan kontrol udara yang memungkinkan untuk mengatur jumlah gas dan udara yang digunakan dalam proses pembakaran. Hal ini memungkinkan untuk mengatur kekuatan api dan suhu yang diinginkan.

Bunsen burner digunakan dalam berbagai proses laboratorium, seperti sterilisasi alat, pembuatan preparat, dan pemanasan zat-zat kimia. Bunsen burner juga digunakan untuk pemanasan cairan dan untuk menyalakan gas.

Dalam penggunaan Bunsen burner, penting untuk berhati-hati dan memperhatikan prosedur keselamatan yang tepat, karena api dapat sangat berbahaya jika digunakan dengan tidak benar.

5. Gelas ukur

Gambar Gelas ukur Laboratorium
Gambar Gelas ukur Laboratorium

Gelas ukur adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur volume cairan dengan tepat. Gelas ukur terbuat dari kaca atau plastik yang transparan dan memiliki skala pada bagian dalam atau luarnya untuk mengukur volume.

Gelas ukur dapat digunakan untuk mengukur volume cairan dengan tingkat akurasi yang tinggi, terutama digunakan dalam analisis kimia. Gelas ukur memiliki skala yang jelas dan tepat yang memungkinkan untuk mengukur volume cairan dengan tepat dan mudah.

Beberapa jenis gelas ukur yang digunakan di laboratorium diantaranya adalah :

  • Gelas ukur graduasi : Gelas ukur yang memiliki skala pada dinding gelas yang dapat digunakan untuk mengukur volume cairan.
  • Gelas ukur volumetrik : Gelas ukur yang memiliki volume yang tepat dan digunakan dalam analisis kimia.
  • Gelas ukur Kimia : Gelas ukur yang digunakan dalam analisis kimia yang memiliki skala yang tepat dan volume yang tepat.

Dalam penggunaan gelas ukur, penting untuk mengukur volume cairan dengan benar dan memperhatikan skala yang digunakan. Juga penting untuk membersihkan gelas ukur dengan benar sebelum dan sesudah digunakan untuk menjamin akurasi hasil pengukuran.

6. Kaca arloji

Gambar Kaca arloji Laboratorium
Gambar Kaca arloji Laboratorium

Kaca arloji adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur waktu reaksi kimia. Kaca arloji terdiri dari sebuah kaca berbentuk lingkaran yang memiliki skala pada permukaannya. Kaca arloji biasa digunakan bersama dengan timer atau stopwatch untuk mengukur waktu reaksi kimia.

Kaca arloji digunakan dalam berbagai proses laboratorium, seperti mengukur waktu reaksi kimia, mengukur tingkat pengendapan, dan mengukur tingkat pembuatan preparat. Kaca arloji digunakan untuk mengukur waktu yang dibutuhkan untuk reaksi kimia untuk terjadi atau mengukur waktu yang dibutuhkan untuk reaksi kimia untuk mencapai tingkat yang diinginkan.

Kaca arloji digunakan dengan cara menempatkan sampel di atasnya dan mencatat waktu ketika reaksi kimia dimulai dan waktu ketika reaksi kimia selesai. Kemudian, perbedaan antara dua waktu tersebut digunakan untuk menentukan waktu reaksi kimia.

Dalam penggunaan kaca arloji penting untuk memastikan bahwa kaca arloji dalam keadaan bersih dan bebas dari kontaminan sebelum digunakan untuk menjamin akurasi hasil pengukuran.

7. Tabung reaksi

Gambar Tabung reaksi Laboratorium
Gambar Tabung reaksi Laboratorium

Tabung reaksi adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mencampur, mengukur, dan mengendapkan zat-zat kimia atau untuk melakukan reaksi kimia. Tabung reaksi terbuat dari kaca atau plastik yang transparan dan memiliki tutup yang dapat digunakan untuk mengendalikan tekanan dan suhu dalam tabung.

Tabung reaksi digunakan dalam berbagai proses laboratorium, seperti mencampur zat-zat kimia, melakukan reaksi kimia, dan mengendapkan zat-zat padat. Tabung reaksi juga digunakan dalam proses sterilisasi.

Tabung reaksi dapat digunakan dengan berbagai macam teknik, seperti mencampur dengan spatula, mencampur dengan menggoncangkan, atau mencampur dengan menggunakan mixer. Tabung reaksi juga dapat digunakan dengan berbagai macam jenis reaksi kimia, seperti reaksi kimia pemanasan, reaksi kimia pendinginan, dan reaksi kimia dengan pengaduk.

Dalam penggunaan tabung reaksi, penting untuk memastikan bahwa tabung reaksi dalam keadaan bersih dan bebas dari kontaminan sebelum digunakan untuk menjamin akurasi hasil pengukuran. Juga penting untuk memperhatikan prosedur keselamatan yang tepat saat menangani zat-zat kimia yang berbahaya.

8. Beaker

Gambar Beaker Laboratorium
Gambar Beaker Laboratorium

Beaker adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mencampur, mengukur, dan mendidih zat-zat kimia. Beaker terbuat dari kaca atau plastik yang transparan dan memiliki skala pada dindingnya untuk mengukur volume. Beaker juga memiliki tutup yang dapat digunakan untuk mengendalikan tekanan dan suhu dalam beaker.

Beaker digunakan dalam berbagai proses laboratorium, seperti mencampur zat-zat kimia, mendidih zat-zat kimia, dan mengukur volume cairan. Beaker juga digunakan dalam proses pemanasan dengan Bunsen burner.

Beaker dapat digunakan dengan berbagai macam teknik, seperti mencampur dengan spatula, mencampur dengan menggoncangkan, atau mencampur dengan menggunakan mixer. Beaker juga dapat digunakan dengan berbagai macam jenis reaksi kimia, seperti reaksi kimia pemanasan, reaksi kimia pendinginan, dan reaksi kimia dengan pengaduk.

Dalam penggunaan beaker, penting untuk memastikan bahwa beaker dalam keadaan bersih dan bebas dari kontaminan sebelum digunakan untuk menjamin akurasi hasil pengukuran. Juga penting untuk memperhatikan prosedur keselamatan yang tepat saat menangani zat-zat kimia yang berbahaya.

9. Spatula

Gambat Spatula Laboratorium
Gambat Spatula Laboratorium

Spatula adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengambil, mencampur, dan mentransfer zat-zat kimia. Spatula terbuat dari logam atau plastik yang tahan panas dan tahan kimia. Spatula memiliki ujung yang lebar dan datar yang digunakan untuk mengambil zat-zat kimia, dan ujung yang sempit dan tajam yang digunakan untuk memindahkan zat-zat kimia.

Spatula digunakan dalam berbagai proses laboratorium, seperti mengambil zat-zat kimia dari wadah, mencampur zat-zat kimia, dan mentransfer zat-zat kimia ke dalam tabung reaksi atau beaker. Spatula juga digunakan dalam proses pengukuran zat-zat padat.

Spatula dapat digunakan dengan berbagai macam teknik, seperti mencampur dengan menggoncangkan, atau mencampur dengan menggunakan mixer. Spatula juga dapat digunakan dengan berbagai macam jenis reaksi kimia, seperti reaksi kimia pemanasan, reaksi kimia pendinginan, dan reaksi kimia dengan pengaduk.

Dalam penggunaan spatula, penting untuk memastikan bahwa spatula dalam keadaan bersih dan bebas dari kontaminan sebelum digunakan untuk menjamin akurasi hasil pengukuran. Juga penting untuk memperhatikan prosedur keselamatan yang tepat saat menangani zat-zat kimia yang berbahaya. Spatula harus digunakan dengan hati-hati agar tidak merusak peralatan laboratorium atau menyebabkan kontaminasi. Spatula harus dicuci dengan baik setelah digunakan dan disimpan dalam kondisi bersih dan kering.

10. Timbangan analitik

Gambar Timbangan analitik laboratorium
Gambar Timbangan analitik laboratorium

Timbangan analitik adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur massa dengan tingkat akurasi yang tinggi. Timbangan analitik terdiri dari sebuah plat yang digunakan untuk menempatkan sampel dan sebuah mekanisme pengukur massa yang digunakan untuk mengukur massa sampel. Timbangan analitik menggunakan prinsip hukum gravitasi Newton untuk mengukur massa.

Timbangan analitik digunakan dalam berbagai proses laboratorium, seperti mengukur massa zat-zat kimia, mengukur massa sampel dalam analisis kimia, dan mengukur massa zat-zat padat dalam preparat. Timbangan analitik juga digunakan dalam analisis kualitatif dan kuantitatif dari zat-zat kimia.

Timbangan analitik dapat dibedakan menjadi beberapa jenis sesuai dengan tingkat akurasi yang dibutuhkan, seperti timbangan analitik dengan resolusi tinggi, timbangan analitik dengan tingkat akurasi yang tinggi, dan timbangan analitik dengan tingkat kesalahan yang kecil. Timbangan analitik juga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan cara pengukurannya, seperti timbangan analitik mekanik, timbangan analitik elektronik, dan timbangan analitik otomatis.

Dalam penggunaan timbangan analitik, penting untuk memastikan bahwa timbangan analitik dalam keadaan bersih dan bebas dari kontaminan sebelum digunakan untuk menjamin akurasi hasil pengukuran. Juga penting untuk memperhatikan prosedur kalibrasi yang tepat dan memastikan bahwa timbangan analitik diperiksa dan diperbaiki secara teratur untuk memastikan akurasi pengukuran yang tinggi.

Nah itulah beberapa macam alat-alat laboratorium beserta fungsinya yang sering digunakan di laboratorium, namun selain alat-alat diatas tentunya masih banyak lagi alat-alat lainnya yang tidak disebutkan diatas, jika disebutkan semuanya akan panjang pembahasannya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *