Apa Itu Alat Pembakar Bunsen Laboratorium

oleh | Nov 25, 2022 | Laboratorium

Hallo sahabat Blog Lab, disini saya akan menjelaskan kepada anda sebuah peralatan laboratorium yaitu yang bernama alat untuk pembakar Bunsen, disini saya akan menjelaskan apa itu pembakar bunsen, apa fungsinya, dan bagaimana cara menggunakan pembakar bunsennya. Untuk itu berikut adalah penjlasannya.

Sejarah pembakar Bunsen

Pada tahun 1852, Robert Bunsen mulai bekerja untuk Universitas Heidelberg. Pada tahun yang sama, sistem penerangan gas publik di kota sedang diterapkan. Universitas Hiedelberg juga mengadopsi inovasi ini dan memasukkannya ke dalam laboratoriumnya, untuk mengoperasikan pemantik api. Hingga akhirnya, pada 1854, laboratorium di Universitas nya masih dalam pembangunan, jadi Bunsen membuat beberapa saran mengenai desain dan struktur yang sama. Di tahun inilah dia meminta Peter Desaga untuk membuat model yang lebih ringan. (sumber: analitika.co.id)

Gambar pembakar Bunsen

Untuk bentuk alatnya bisa anda lihat melalui gambar berikut dibawah ini:

Gambar Pembakar Bunsen (Sumber: istockphoto.com)

Pengertian pembakar Bunsen

Pembakar Bunsen, dinamai dari Robert Bunsen, adalah sebuah peralatan laboratorium umum yang menghasilkan nyala api gas tunggal yang terbuka, yang digunakan untuk pemanasaan, sterilisasi, dan pembakaran. Gas yang digunakan dapat berupa gas alam atau bahan bakar gas cair, seperti propana, butana, atau campuran keduanya. (sumber: wikipedia.org)

Fungsi pembakar Bunsen

Di dalam laboratorium kimia, pembakar bunsen digunakan untuk beberapa proses kimia yang memerlukan pemanasan di dalamnya. Khususnya pada kimia analitik, pembakar bunsen digunakan dalam uji kualitatif untuk memanaskan tabung reaksi. Pembakar bunsen biasanya digunakan untuk menguji sampel apakah mengandung alkali/alkali tanah atau tidak. Sampel yang akan diuji tersebut dibakar dengan nyala api yang konstan selama beberapa waktu tertentu. Apabila sampel tersebut mengandung logam, maka akan memberikan warna pijar yang berbeda-beda. (sumber: amongguru.com)

Cara kerja pembakar Bunsen

Prinsip kerja pemanas bunsen bergantung pada kemampuannya untuk mencampur gas (atau bahan bakar lainnya) dengan oksigen sebelum campuran tersebut dinyalakan (menciptakan campuran udara dan gas sebelum pembakaran). Hal ini dilakukan dengan menggunakan katup masuk di bagian bawah kolom burner. Campuran kemudian dinyalakan di bagian atas kolom. (sumber: sentrakalibrasiindustri.com)

Bagian-bagian pembakar Bunsen

Perlu diketahui berikut ini adalah beberapa bagian-bagian dari pembakar Bunsen, diantaranya yaitu:

  1. Rubber tubing atau selang, yang berfungsi untuk mengalirkan gas dari tabung gas utama ke bunsen.
  2. Gas Inlet, yang berfungsi sebagai tempat masuknya gas ke dalam bunsen 
  3. Gas tap, yaitu katup pengontrol aliran gas utama ke bunsen.
  4. Base / tatakan bunsen, yang biasanya terbuat dari logam yang tahan terhadap api.
  5. Air hole / lubang udara, yang berfungsi untuk mengatur udara yang masuk kedalam bunsen. Jadi kita bisa menentukan warna nyalanya apakah warna merah, biru, kuning, Jingga itu melalui air holetapi ari hole ini udaranya diatur oleh suatu logam yang menutupinya yang disebut coral dan di atasnya ada barrel, yang berfungsi tempat sebagai tempat keluarnya api dari bunsen,
  6. Coral, yang berfungsi sebagai katup atau pengontrol udara yang masuk kedalam bunsen menjadi udara yang masuk Oksigen yang masuk itu bisa diatur besar kecilnya oleh alat ini. (sumber: sentrakalibrasiindustri.com)

Cara menggunakan pembakar Bunsen

Berikut adalah bagaiamana cara menggunakan alat pembakar bunsen yang benar, diantaranya yaitu:

1. Tahap Persiapan

  • Pakai perlengkapan alat pelindung diri
    Alat pelindung diri ini berupa jas laboratorium yang tidak cepat merambat panas, masker agar uapan gas tidak tercium secara langsung, serta sarung tangan agar tidak memegang benda panas secara langsung.
  • Cek bunsen yang akan digunakan
    Perhatikan keseluruhan bagian bunsen, jika terdapat bagian bunsen yang retak, miring, atau katup kendor, segera laporkan dengan pengawas dan tukar dengan yang aman untuk dipakai.
  • Pastikan katup gas telah tersambung dengan gas utama dan terkunci sempurna
    Hal ini juga perlu diperhatikan sebelum menyalakan bunsen, karena jika belum terkunci sempurna, gas akan memenuhi ruangan saat menarik pelatuk api, api tidak menyambar gas yang telah memenuhi ruangan tadi.

2. Tahap Inti (Menyalakan Bunsen)

  • Buka katup jarum pada bawah bunsen
    Katup jarum pada bagian bagian bawah bunsen dan dengarkan (dari jauh) desis gas yang keluar dari ujung bunsen. Saat desis gas telah menyala, berarti bunsen siap digunakan.
  • Nyalakan dengan penyulut dengan posisi yang tidak terlalu dekat (± 4 cm)
    Saat menyalakan penyulut api, posisikan di samping atas tabung vertikal bunsen dengan jarak yang tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat (± 4 cm) dari bunsen.
  • Atur besarnya api dengan katup jarum dan panasnya api dengan barel udara.
    Katup jarum dapat dibuka atau ditutup untuk mengatur besarnya api. Saat ditutup, api semakin kecil dan jika dibuka api akan membesar. Adapun barel udara digunakan untuk memasukkan oksigen, saat ditutup barel udara akan memiliki sedikit oksigen api berwarna merah, saat perlahan dibuka, oksigen mulai masuk dan api berwarna biru. Semakin biru warna api, maka oksigen semakin banyak. Warna api biru sangatlah panas hingga ribuan derajat Celcius.

3. Tahap Akhir

  • Setelah selesai digunakan, matikan sumber gas.
    Jika selesai digunakan, jangan lupa untuk segera mematikan sumber gas agar tidak ada gas yang terbuang sia-sia dan bunsen tidak terlalu panas.
  • Jika bunsen masih dirasa panas, tunggu hingga dingin.
    Saat setelah mematikan sumber gas, jangan langsung menyentuh bunsen, bunsen masih panas dan perlu beberapa waktu agar suhunya dapat disentuh dengan aman.
  • Tutup katup jarum dengan memutarnya searah jarum jam
    Jangan lupa untuk menutup kembali katup jarum di bawah bunsen dengan memutarnya searah jarum jam.
  • Simpan bunsen di tempat kering dan bersihkan meja percobaan.
    Setelah semua selesai, simpan bunsen di tempat yang kering. Bersihkan meja percobaan agar tetap rapi seperti semula. (sumber: brainly.co.id)

Nah itulah beberapa tahapan cara menggunakan bunsen yang baik dan benar silahkan mencoba langkah-langkah yang saya sampaikan diatas, semoga bermanfaat.

Harga pembakar Bunsen

Dan bagi anda yang ingin membeli alat pembakar Bunsen untuk mengetahui informasi harga alatnya anda bisa mengeceknya di toko online dibawah ini:

Kesimpulan

Nah itulah yang dapat saya sampaikan kepada anda mengenai pengenalan alat laboratorium yaitu pembakar Bunsen, mudah-mudahan artikel ini dapat bermanfaat bagi anda. Terimakasih.

Bagikan ini ke:
<a href="https://bloglab.id/author/bloglab/" target="_self">Erwin Widianto</a>

Erwin Widianto

Content Creator

Saya adalah seorang Content Creator dan SEO Spesialist yang berasal dari Jawa Barat, Indonesia yang memulai karir di bidang Digital Marketing sejak tahun 2017 hingga sekarang.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×