Mengenal 100 Istilah Teknis dalam Laboratorium

oleh | Jun 14, 2023 | Laboratorium

Dalam laboratorium, terdapat banyak istilah teknis yang digunakan untuk menggambarkan berbagai konsep dan prosedur yang terjadi di dalamnya. Memahami istilah-istilah ini sangat penting bagi para profesional laboratorium dan mahasiswa ilmu pengetahuan yang sedang mempelajari atau bekerja di bidang ini. Dalam artikel ini, kami akan memperkenalkan 100 istilah teknis yang umum digunakan dalam laboratorium. Berikut penjelasannya!

Pengertian Teknik Laboratorium

Apa yang dimaksud dengan teknik laboratorium?

Pengertian Teknik Laboratorium

Teknik laboratorium merujuk pada metode, prosedur, dan praktik yang digunakan dalam melakukan eksperimen dan analisis di laboratorium. Ini meliputi langkah-langkah yang harus diikuti, penggunaan peralatan khusus, manipulasi sampel, dan pengolahan data. Teknik laboratorium penting untuk memastikan keakuratan, keamanan, dan reproduktibilitas hasil dalam lingkungan laboratorium.

Kegiatan di Laboratorium

Kegiatan apa saja yang dilakukan di laboratorium?

Kegiatan di Laboratorium

Di laboratorium, berbagai kegiatan dilakukan untuk tujuan penelitian, analisis, dan eksperimen. Beberapa kegiatan umum yang dilakukan di laboratorium meliputi:

  1. Persiapan sampel: Persiapan dan pengolahan sampel sebelum dilakukan analisis lebih lanjut.
  2. Pengukuran dan analisis: Penggunaan peralatan khusus untuk mengukur dan menganalisis sifat dan komposisi sampel.
  3. Pengujian kualitas: Pengujian untuk memastikan kualitas dan kepatuhan terhadap standar tertentu.
  4. Pemeliharaan peralatan: Perawatan dan kalibrasi rutin peralatan laboratorium.
  5. Penelitian dan eksperimen: Melakukan penelitian ilmiah dan eksperimen untuk menjawab pertanyaan penelitian atau menguji hipotesis.
  6. Pencatatan data: Mencatat secara teliti data dan hasil percobaan untuk analisis lebih lanjut.
  7. Keamanan laboratorium: Menjalankan prosedur keamanan yang ketat untuk mencegah kecelakaan atau kontaminasi.
  8. Analisis data: Menganalisis data yang diperoleh dari eksperimen dan percobaan.
  9. Pelaporan: Menyusun laporan atau makalah ilmiah berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan.
  10. Kolaborasi: Berinteraksi dengan rekan kerja atau anggota tim untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam lingkungan laboratorium.

Kegiatan-kegiatan ini merupakan bagian integral dari proses penelitian dan pengembangan di laboratorium, dan membantu dalam pemahaman lebih lanjut tentang sifat dan karakteristik materi serta memajukan pengetahuan dalam berbagai bidang ilmiah.

Daftar 100 Istilah Teknis di Laboratorium

Berikut ini adalah beberapa istilah teknis di Laboratorium yang harus anda ketahui, diantaranya yaitu:

  1. Spesimen: Sebuah contoh atau sampel yang dikumpulkan dan diuji di laboratorium.
  2. Reagen: Zat kimia yang digunakan untuk menghasilkan reaksi kimia atau mengidentifikasi keberadaan suatu zat.
  3. Analisis: Proses menentukan komposisi atau sifat suatu substansi menggunakan metode ilmiah.
  4. Mikroskop: Alat optik yang digunakan untuk memperbesar gambar objek kecil.
  5. Pengenceran: Proses mengurangi konsentrasi suatu larutan dengan menambahkan pelarut.
  6. pH: Skala pengukuran yang digunakan untuk menentukan tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan.
  7. Kultur bakteri: Pertumbuhan bakteri dalam media khusus di laboratorium.
  8. Sentrifugasi: Proses pemisahan zat padat dan cair dengan memutar sampel dalam kecepatan tinggi.
  9. Pipet: Alat yang digunakan untuk mengukur dan mentransfer volume kecil larutan.
  10. Titrasi: Proses menentukan konsentrasi suatu zat dengan mengukur volumetris larutan yang bereaksi dengannya.
  11. Spektrofotometri: Metode pengukuran intensitas cahaya yang melewati atau dipantulkan oleh suatu zat.
  12. Autoklaf: Alat yang digunakan untuk sterilisasi dengan menggunakan uap panas bertekanan tinggi.
  13. Elektroforesis: Metode pemisahan molekul berdasarkan ukuran dan muatan listriknya.
  14. Pengontrol positif: Sampel yang diketahui mengandung substansi yang akan diuji, digunakan sebagai pembanding.
  15. Pengontrol negatif: Sampel yang diketahui tidak mengandung substansi yang akan diuji, digunakan sebagai kontrol untuk memastikan hasil yang akurat.
  16. Reaksi enzimatik: Reaksi kimia yang dikatalisis oleh enzim.
  17. Inokulasi: Memindahkan mikroorganisme ke dalam media kultur untuk pertumbuhan.
  18. Sterilitas: Kondisi bebas dari mikroorganisme patogen.
  19. Kromatografi: Metode pemisahan campuran berdasarkan perbedaan afinitas komponen terhadap fase diam dan fase gerak.
  20. Titik lebur: Suhu pada kondisi tekanan atmosfer di mana suatu zat berubah dari fase padat menjadi fase cair.
  21. Titik didih: Suhu pada kondisi tekanan atmosfer di mana suatu zat berubah dari fase cair menjadi fase gas.
  22. Pengukuran pH: Pengukuran tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan menggunakan pH meter.
  23. Pengenceran seri: Proses pengenceran berulang dengan faktor pengenceran yang tetap.
  24. Kesalahan sistematis: Kesalahan yang terjadi secara konsisten dan dapat diketahui.
  25. Kesalahan acak: Kesalahan yang terjadi secara acak dan sulit diprediksi.
  26. Konsentrasi: Jumlah zat yang terlarut dalam suatu larutan.
  27. Konsentrasi mol: Jumlah mol zat yang terlarut dalam suatu larutan.
  28. Zat pengotor: Zat yang hadir dalam suatu sampel dan dapat mempengaruhi hasil analisis.
  29. Standar: Sampel dengan kualitas yang diketahui dan digunakan sebagai pembanding.
  30. Oksidasi: Reaksi kimia di mana suatu zat kehilangan elektron.
  31. Reduksi: Reaksi kimia di mana suatu zat mendapatkan elektron.
  32. Lisis sel: Pemecahan dinding sel untuk mengeluarkan bahan intraseluler.
  33. Homogenisasi: Proses mencampur sampel untuk mendapatkan distribusi yang seragam.
  34. Kontaminasi silang: Kontaminasi yang terjadi karena transfer zat dari satu sampel ke sampel lain.
  35. Validasi metode: Proses menentukan kinerja dan keandalan metode analisis.
  36. Reaksi endotermik: Reaksi kimia yang membutuhkan energi untuk terjadi.
  37. Reaksi eksotermik: Reaksi kimia yang melepaskan energi.
  38. Pelarut: Zat yang digunakan untuk melarutkan suatu zat lain.
  39. Filtrasi: Proses pemisahan padatan dari cairan dengan menggunakan media penyaring.
  40. Pembekuan: Proses perubahan zat dari fase cair menjadi fase padat.
  41. Evaporasi: Proses perubahan zat dari fase cair menjadi fase gas.
  42. Larutan jenuh: Larutan di mana tidak ada lagi zat yang dapat dilarutkan.
  43. Pengenceran ganda: Proses pengenceran dengan menggunakan dua tahap pengenceran.
  44. Kimia analitik: Cabang kimia yang berkaitan dengan analisis komposisi dan sifat suatu zat.
  45. Zat organik: Zat yang mengandung karbon dan biasanya ditemukan dalam organisme hidup.
  46. Zat anorganik: Zat yang tidak mengandung karbon dan biasanya ditemukan di luar organisme hidup.
  47. Koagulasi: Pembentukan endapan padat oleh zat koagulan.
  48. Reagen pengendap: Zat yang ditambahkan ke dalam larutan untuk membentuk endapan padat.
  49. Spektroskopi: Metode pengukuran interaksi antara radiasi elektromagnetik dan materi.
  50. Praktikum: Aktivitas praktis di laboratorium untuk menerapkan pengetahuan teoritis.
  51. Elektrokimia: Studi tentang interaksi antara zat kimia dan listrik.
  52. Perubahan fase: Perubahan zat dari satu fase ke fase lainnya (misalnya, cair ke padat, gas ke cair).
  53. Reagen pembawa: Zat yang digunakan untuk membawa atau melarutkan zat lain.
  54. Titrasi asam-basa: Metode pengukuran konsentrasi asam atau basa dalam suatu larutan.
  55. Kejenuhan: Kondisi di mana larutan mengandung jumlah maksimum zat yang dapat dilarutkan.
  56. Standardisasi: Proses menentukan konsentrasi atau kekuatan suatu larutan dengan menggunakan standar.
  57. Analisis gravimetri: Metode analisis yang mengukur berat atau massa suatu zat.
  58. Mikrobiologi: Cabang biologi yang mempelajari mikroorganisme.
  59. Pengenceran berurutan: Proses pengenceran dengan menggunakan serangkaian pengenceran bertingkat.
  60. Mikroorganisme: Organisme mikroskopis seperti bakteri atau virus.
  61. Kultur sel: Pertumbuhan sel di media kultur untuk penelitian atau produksi.
  62. Elektrokardiogram (EKG): Perekaman grafis dari aktivitas listrik jantung.
  63. Magnetik Resonansi Imaging (MRI): Metode pencitraan medis menggunakan medan magnet dan gelombang radio.
  64. Kimia farmasi: Cabang kimia yang berkaitan dengan sintesis dan analisis obat-obatan.
  65. Genetika molekuler: Cabang genetika yang mempelajari struktur dan fungsi molekul DNA dan RNA.
  66. Proteomika: Studi tentang semua protein yang dihasilkan oleh genom suatu organisme.
  67. Metabolomika: Studi tentang semua molekul kecil yang terlibat dalam metabolisme suatu organisme.
  68. Mikroskop elektron: Alat yang menggunakan fluksi elektron untuk memperbesar objek mikroskopis.
  69. Ekstraksi: Proses pemisahan suatu zat dari campuran menggunakan pelarut.
  70. Mikroarray: Perangkat yang digunakan untuk menguji ribuan gen secara simultan.
  71. Elektroforesis gel: Metode pemisahan molekul berdasarkan ukuran dan muatan listrik menggunakan gel.
  72. Mutasi: Perubahan genetik yang terjadi dalam DNA suatu organisme.
  73. Isolasi DNA: Proses pemisahan DNA dari komponen sel lainnya.
  74. Pembalikan transkripsi: Proses sintesis DNA menggunakan RNA sebagai cetakan.
  75. Pengamplikan PCR: Proses menggandakan fragmen DNA secara selektif menggunakan teknik PCR.
  76. Kromosom: Struktur dalam sel yang mengandung gen dan membawa informasi genetik.
  77. Elektroforesis kapiler: Metode pemisahan molekul menggunakan medan listrik dalam tabung kapiler.
  78. Mikroskop fluoresensi: Alat yang menggunakan sinar fluoresen untuk memperbesar objek.
  79. Elektroforesis dua dimensi: Metode pemisahan molekul menggunakan perpaduan elektroforesis horizontal dan vertikal.
  80. Transkripsi: Proses sintesis RNA menggunakan DNA sebagai cetakan.
  81. Transkripsi balik: Proses sintesis DNA menggunakan RNA sebagai cetakan.
  82. Sejarah klinis: Catatan medis yang mencakup informasi tentang kondisi dan riwayat kesehatan pasien.
  83. Hematologi: Cabang ilmu medis yang berkaitan dengan studi darah dan gangguan darah.
  84. Bakteriologi: Cabang mikrobiologi yang mempelajari bakteri.
  85. Imunologi: Cabang ilmu medis yang mempelajari sistem kekebalan tubuh.
  86. Patologi: Cabang ilmu medis yang berkaitan dengan studi penyakit dan perubahan jaringan.
  87. Parasitologi: Cabang mikrobiologi yang mempelajari parasit dan penyakit yang disebabkannya.
  88. Histologi: Cabang ilmu yang mempelajari struktur mikroskopis jaringan dan organ.
  89. Sitologi: Cabang biologi yang mempelajari sel dan struktur serta fungsi mereka.
  90. Radiologi: Cabang ilmu medis yang berkaitan dengan penggunaan sinar-X dan teknologi pencitraan lainnya.
  91. Fisiologi: Cabang ilmu biologi yang mempelajari fungsi organisme hidup.
  92. Farmakologi: Cabang ilmu medis yang mempelajari efek obat pada organisme.
  93. Epidemiologi: Cabang ilmu medis yang mempelajari penyakit dan pola penyebarannya.
  94. Genomika: Studi tentang semua gen yang ada dalam genom suatu organisme.
  95. Bioinformatika: Penggunaan teknologi informasi untuk menganalisis data biologis.
  96. Kriopreservasi: Proses penyimpanan bahan biologis pada suhu sangat rendah.
  97. Pembelajaran mesin: Cabang kecerdasan buatan yang mempelajari algoritma dan model untuk analisis data.
  98. Spektrometri massa: Metode analisis yang memisahkan dan mengidentifikasi senyawa berdasarkan massa dan muatan listrik.
  99. Mikrobiota: Kumpulan mikroorganisme yang hidup di dalam suatu lingkungan atau organisme.
  100. Metagenomika: Studi tentang semua genom mikroorganisme dalam suatu sampel lingkungan.

Kesimpulan

Dalam laboratorium, pemahaman terhadap istilah teknis sangat penting untuk berkomunikasi dengan efektif dan memahami prosedur dan konsep yang terlibat dalam pekerjaan laboratorium. Dalam artikel ini, kami telah memperkenalkan 100 istilah teknis yang umum digunakan dalam laboratorium. Dengan mempelajari dan memahami istilah-istilah ini, para profesional laboratorium dan mahasiswa ilmu pengetahuan akan lebih siap untuk melakukan penelitian dan analisis yang akurat. Teruslah belajar dan mengeksplorasi dunia laboratorium yang menarik ini!

Nah itulah penjelasan tentang beberapa macam istilah teknis yang biasa digunakan dalam laboratorium, mudah-mudahan artikel diatas dapat bermanfaat. Dan bagi anda yang sedang mencari peralatan laboratorium anda bisa membeli di link berikut ini yaitu di PT. Cakrawala Bima Instrument.

Bagikan ini ke:
<a href="https://bloglab.id/author/bloglab/" target="_self">Erwin Widianto</a>

Erwin Widianto

Content Creator

Saya adalah seorang Content Creator dan SEO Spesialist yang berasal dari Jawa Barat, Indonesia yang memulai karir di bidang Digital Marketing sejak tahun 2017 hingga sekarang.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×