Mikropipet: Pengertian, Fungsi, Macam, dan Cara Menggunakannya

oleh | Jun 15, 2023 | Laboratorium

Mikropipet merupakan alat yang digunakan dalam berbagai bidang ilmiah, terutama di laboratorium, untuk melakukan pengukuran volume cairan dengan presisi yang tinggi. Alat ini memainkan peran penting dalam proses pengambilan sampel, pengenceran, dan analisis berbagai substansi. Pada artikel ini, kita akan membahas pengertian, fungsi, macam-macam mikropipet, serta cara penggunaannya.

Pengertian Mikropipet

Pengertian Mikropipet

Mikropipet adalah alat yang digunakan di laboratorium untuk mengukur dan mengalirkan volume cairan dalam skala mikroliter. Alat ini merupakan bagian penting dalam proses penelitian dan analisis di berbagai bidang ilmiah seperti biologi, kimia, dan farmasi.

Mikropipet bekerja berdasarkan prinsip mekanik dan pengendalian udara untuk memberikan akurasi dan presisi yang tinggi dalam pengukuran volume cairan yang sangat kecil. Alat ini memungkinkan peneliti dan teknisi laboratorium untuk melakukan pengukuran dan transfer cairan dengan tingkat akurasi yang diperlukan untuk hasil yang dapat diandalkan.

Penggunaan mikropipet yang tepat sangat penting dalam memastikan keberhasilan eksperimen dan analisis laboratorium yang akurat.

Fungsi Mikropipet

Mikropipet memiliki fungsi utama sebagai alat pengukur dan pengalir volume cairan dengan akurasi tinggi dalam lingkungan laboratorium. Fungsi utama mikropipet adalah untuk mengambil, mengukur, dan mentransfer volume cairan yang sangat kecil dengan tingkat presisi yang tinggi. Alat ini sangat penting dalam berbagai aplikasi laboratorium, termasuk dalam penelitian ilmiah, pengembangan obat, analisis biokimia, dan banyak lagi.

Dalam penelitian biologi molekuler, mikropipet digunakan untuk pengambilan sampel DNA, RNA, atau protein dalam jumlah yang sangat kecil. Mikropipet juga digunakan dalam analisis kuantitatif untuk mengukur konsentrasi zat tertentu dalam sampel, baik dalam bentuk cairan maupun larutan. Dalam pengembangan obat, mikropipet digunakan untuk mengalirkan bahan-bahan aktif dalam pembuatan formulasi yang tepat.

Selain itu, mikropipet juga digunakan dalam berbagai teknik laboratorium seperti PCR (Polymerase Chain Reaction), western blotting, ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay), dan banyak lagi. Fungsi mikropipet dalam semua aplikasi ini adalah untuk menghasilkan volume yang tepat, memastikan konsistensi dan reproduktibilitas hasil, serta menghindari kontaminasi silang antar-sampel.

Dengan adanya mikropipet yang handal dan akurat, para peneliti dan teknisi laboratorium dapat melakukan pengukuran volume cairan dengan presisi yang diperlukan untuk memastikan keberhasilan eksperimen dan analisis yang akurat.

Macam-Macam Mikropipet

Terdapat beberapa jenis mikropipet yang umum digunakan dalam laboratorium, antara lain:

1. Disposable Pipette

Disposable Pipette
Gambar: Disposable Pipette

Mikropipet Sekali Pakai (Disposable Pipette): Jenis mikropipet ini dirancang untuk digunakan hanya sekali dan kemudian dibuang. Mikropipet sekali pakai sangat berguna dalam menghindari kontaminasi silang antara sampel. Setelah penggunaan, pipet ini tidak perlu dicuci dan dapat langsung dibuang dengan aman.

2. Variable Volume Pipette

Variable Volume Pipette
Gambar: Variable Volume Pipette

Mikropipet Variabel (Variable Volume Pipette): Jenis mikropipet ini memiliki pengaturan volume yang dapat diubah sesuai kebutuhan. Dengan menggunakan mikropipet variabel, pengguna dapat mengukur volume yang berbeda pada setiap penggunaan. Biasanya terdapat tombol pengatur volume yang memungkinkan pengguna untuk mengatur volume yang diinginkan dengan presisi.

3. Automatic Pipette

Automatic Pipette
Gambar: Automatic Pipette

Mikropipet Otomatis (Automatic Pipette): Jenis mikropipet ini dilengkapi dengan mekanisme otomatis yang memudahkan pengisian dan pengeluaran cairan dengan volume yang telah ditentukan sebelumnya. Mikropipet otomatis sangat efisien dalam penggunaan berulang dan meminimalkan kesalahan manusia. Pengguna hanya perlu mengatur volume yang diinginkan, dan mikropipet akan secara otomatis mengambil dan mengeluarkan cairan sesuai dengan pengaturan tersebut.

4. Multichannel Pipette

Multichannel Pipette
Gambar: Multichannel Pipette

Mikropipet Multikanal (Multichannel Pipette): Jenis mikropipet ini dirancang dengan beberapa saluran yang memungkinkan pengambilan dan pengeluaran cairan dalam jumlah yang lebih banyak secara bersamaan. Mikropipet multikanal sangat efisien dalam menghemat waktu dan tenaga dalam melakukan pengukuran volume cairan pada multiple sumur atau sumur-sumur mikrotiter.

Setiap jenis mikropipet memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemilihan jenis mikropipet yang tepat tergantung pada kebutuhan pengguna dan jenis aplikasi laboratorium yang akan dilakukan. Dengan menggunakan jenis mikropipet yang sesuai, pengukuran volume cairan dapat dilakukan dengan lebih efisien dan akurat.

Cara Menggunakan Mikropipet

Cara Menggunakan Mikropipet

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diikuti dalam penggunaan mikropipet secara umum:

  1. Persiapkan mikropipet: Pastikan mikropipet dalam kondisi bersih dan steril sebelum digunakan. Periksa juga pengaturan volume pada mikropipet apakah sudah sesuai dengan kebutuhan.
  2. Siapkan tip mikropipet: Pasang tip (ujung) mikropipet yang sesuai dengan volume yang akan diambil atau ditransfer. Pastikan tip terpasang dengan rapat agar tidak terjadi kebocoran atau kontaminasi.
  3. Menyiapkan cairan: Pastikan cairan yang akan diambil atau ditransfer berada dalam wadah yang tepat. Pastikan juga cairan telah diaduk atau dicampur secara merata jika diperlukan.
  4. Pengambilan cairan: Tekan tombol pengambil sampel mikropipet hingga posisi terendah dan masukkan ujung tip ke dalam cairan yang akan diambil. Perlahan lepaskan tombol pengambil sampel untuk memungkinkan cairan masuk ke dalam tip. Pastikan cairan yang diambil sesuai dengan volume yang diinginkan dengan memperhatikan skala yang tertera pada mikropipet.
  5. Transfer cairan: Tempatkan ujung tip mikropipet ke dalam wadah atau tempat tujuan transfer cairan. Tekan tombol pengeluar sampel dengan perlahan dan stabil untuk mengeluarkan cairan ke tempat tujuan. Pastikan tidak ada tetesan cairan yang tersisa di ujung pipet setelah transfer selesai.
  6. Pembersihan dan penggantian tip: Setelah penggunaan, lepaskan tip mikropipet dengan hati-hati dan buanglah tip yang digunakan ke dalam tempat yang sesuai. Bersihkan mikropipet dengan menggunakan larutan pembersih yang disarankan oleh produsen untuk menghindari kontaminasi silang antar-sampel.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas dengan hati-hati, pengguna mikropipet dapat melakukan pengukuran dan transfer cairan dengan akurasi tinggi serta mencegah kontaminasi yang tidak diinginkan. Penting untuk selalu mengikuti petunjuk penggunaan yang disediakan oleh produsen untuk memastikan penggunaan mikropipet yang aman dan efektif.

Selain itu juga jangan lewatkan artikel tentang “Cara Kalibrasi Mikropipet atau Pipet Elektronik“.

Kesimpulan

Mikropipet adalah alat yang penting dalam berbagai bidang ilmiah, terutama di laboratorium. Dengan presisi yang tinggi, mikropipet digunakan untuk mengukur dan mengalirkan volume cairan dengan akurasi yang diperlukan. Dengan pemahaman yang baik tentang pengertian, fungsi, macam-macam mikropipet, dan cara penggunaannya, pengguna mikropipet dapat memastikan hasil yang akurat dan konsisten dalam berbagai aplikasi laboratorium.

Sumber referensi:
https://envilife.co.id/fungsi-mikropipet-dan-cara-kerja-mikropipet/
https://en.wikipedia.org/wiki/Pipette
Bagikan ini ke:
<a href="https://bloglab.id/author/bloglab/" target="_self">Erwin Widianto</a>

Erwin Widianto

Content Creator

Saya adalah seorang Content Creator dan SEO Spesialist yang berasal dari Jawa Barat, Indonesia yang memulai karir di bidang Digital Marketing sejak tahun 2017 hingga sekarang.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×