Macam-macam Alat Sampling Darah dan Fungsinya

oleh | Jun 8, 2023 | Biologi, Laboratorium

Darah adalah cairan tubuh yang mengandung berbagai zat penting untuk kehidupan, seperti sel darah, plasma, protein, hormon, dan elektrolit. Darah juga berfungsi sebagai pengangkut oksigen, nutrisi, dan zat sisa dari dan ke seluruh tubuh. Untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan darah.

Pemeriksaan darah adalah proses pengambilan sampel darah dari tubuh untuk dianalisis di laboratorium. Pemeriksaan darah dapat memberikan informasi tentang berbagai hal, seperti jumlah dan bentuk sel darah, kadar gula darah, fungsi hati, fungsi ginjal, status imun, dan sebagainya. Pemeriksaan darah juga dapat digunakan untuk mendeteksi adanya infeksi, penyakit autoimun, kelainan genetik, atau kanker.

Untuk melakukan pemeriksaan darah, diperlukan alat sampling darah yang sesuai dengan tujuan dan jenis pemeriksaannya. Alat sampling darah adalah alat yang digunakan untuk mengambil sampel darah dari tubuh.

Apa saja macam-macam alat sampling darah?

Berikut ini adalah beberapa macam alat sampling darah dan fungsinya:

1. Jarum Suntik

alat sampling darah

Jarum suntik adalah alat sampling darah yang paling umum digunakan. Jarum suntik terdiri dari dua bagian utama, yaitu jarum dan tabung. Jarum digunakan untuk menusuk kulit dan pembuluh darah, sedangkan tabung digunakan untuk menampung darah yang keluar. Jarum suntik biasanya digunakan untuk mengambil sampel darah dari vena (pembuluh darah balik) di lengan atau tangan.

Jarum suntik dapat digunakan untuk pemeriksaan darah yang membutuhkan volume darah yang cukup besar, seperti pemeriksaan biokimia, hematologi, imunologi, atau mikrobiologi. Jarum suntik juga dapat digunakan untuk transfusi darah atau pemberian obat intravena.

2. Vakutainer

alat sampling darah

Vakutainer adalah alat sampling darah yang terdiri dari jarum dan tabung vakum. Jarum vakutainer memiliki dua ujung yang tajam, satu ujung digunakan untuk menusuk kulit dan pembuluh darah, sedangkan ujung lainnya digunakan untuk menusuk tutup tabung vakum. Tabung vakum memiliki tekanan udara yang lebih rendah dari tekanan udara luar, sehingga dapat menarik darah masuk ke dalamnya secara otomatis.

Vakutainer biasanya digunakan untuk pemeriksaan darah yang membutuhkan volume darah yang sedang atau kecil, seperti pemeriksaan koagulasi, elektrolit, hormon, atau serologi. Vakutainer juga memiliki keuntungan yaitu dapat mengurangi kontaminasi dan mempermudah pengangkutan sampel darah.

3. Lancet

alat sampling darah

Lancet adalah alat sampling darah yang berbentuk seperti pisau kecil dengan ujung yang sangat tajam. Lancet digunakan untuk menusuk kulit di bagian tubuh tertentu, seperti jari tangan, telapak kaki, atau telinga. Lancet biasanya digunakan untuk mengambil sampel darah kapiler (pembuluh darah kecil) yang memiliki volume sangat kecil.

Lancet dapat digunakan untuk pemeriksaan darah yang membutuhkan volume darah yang sangat kecil, seperti pemeriksaan gula darah atau hemoglobin. Lancet juga dapat digunakan oleh pasien diabetes untuk memantau kadar gula darah mereka sendiri di rumah.

4. Mikrohematokrit

alat sampling darah

Mikrohematokrit adalah alat sampling darah yang berbentuk seperti tabung kaca tipis dengan panjang sekitar 7 cm dan diameter sekitar 1 mm. Mikrohematokrit digunakan untuk mengambil sampel darah kapiler dengan cara menusuk kulit dengan lancet kemudian menempelkan ujung tabung ke luka tersebut. Darah akan masuk ke dalam tabung karena adanya gaya kapiler.

Mikrohematokrit digunakan untuk pemeriksaan hematokrit, yaitu persentase volume sel darah merah terhadap volume darah total. Mikrohematokrit juga dapat digunakan untuk pemeriksaan lain yang membutuhkan volume darah yang sangat kecil, seperti pemeriksaan golongan darah atau malaria.

Kesimpulan

Darah adalah cairan tubuh yang penting untuk kehidupan dan kesehatan. Pemeriksaan darah adalah cara untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang dengan mengambil sampel darah dari tubuh. Ada berbagai macam alat sampling darah yang dapat digunakan sesuai dengan tujuan dan jenis pemeriksaannya, seperti jarum suntik, vakutainer, lancet, dan mikrohematokrit. Setiap alat sampling darah memiliki fungsi dan kelebihan masing-masing. Pemeriksaan darah harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk menghindari risiko infeksi atau komplikasi. Pemeriksaan darah juga harus diinterpretasikan oleh dokter atau ahli laboratorium yang kompeten untuk mendapatkan hasil yang akurat dan bermanfaat.

Demikian artikel yang dapat Bloglab sampaikan semoga bermanfaat. Terimakasih sudah membaca.😊

Bagikan ini ke:
<a href="https://bloglab.id/author/bloglab/" target="_self">Erwin Widianto</a>

Erwin Widianto

Content Creator

Saya adalah seorang Content Creator dan SEO Spesialist yang berasal dari Jawa Barat, Indonesia yang memulai karir di bidang Digital Marketing sejak tahun 2017 hingga sekarang.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×