Kalibrasi Alat Ukur Suhu

Bagi yang ingin belajar tentang cara kalibrasi alat ukur suhu dalam hal ini enclosure, berikut ini ada referensi yang paling tidak bisa menjelaskan tentang bagaimana cara kalibrasi enclosure. O ya di dalam dunia industri, kalibrasi enclosure ini biasanya digunakan untuk mengkalibrasi alat ukur oven, inkubator, climatic chabinet, dll.

Meskipun referensi ini bukan dari standar AS 2853 tentang “EnclosureTemperature Controlled Pertormance Testing and Grading” yang biasanya digunakan oleh laboratorium kalibrasi dalam melakukan kalibrasi alat ukur suhu oven, inkubator, serta climatic cabinet, tetapi diharapkan dapat membantu temen-teman khususnya yang bekerja di bidang quality assurance.

Referensi yang dimaksud adalah “Guidelines for Calibration and Checks of Temperature Controlled Enclosures” yang diterbitkan oleh Thai Laboratory Accrreditation Scheme yang merupakan atau kurang lebih semacam laboratorium akreditasi yang ada di thailand.

Publikasi atau makalah kalibrasi setebal 20 halaman ini menjelaskan secara rinci mengenai kalibrasi enclosure. Pada awal-awal bab dibahas tentang definisi yang berkaitan dengan kalibrasi enclosure, contohnya apa itu apa itu uniformity, stability, variation, indicating temperatur,working space, steady state dll. Pemahaman ini sangatlah penting karena pada kenyataannya tidak bisa dilepaskan dari cara kerja kita pada saat kalibrasi enclosure serta pada saat pengolahan data hasil kalibrasi.

Pada bab selanjutnya kita dijelaskan mengenai standar yang harus kita gunakan serta bagaimana cara penempatan standar tersebut dalam suatu chamber lengkap dengan ilustrasi gambar untuk suatu chamber dengan ukuran yang berbeda (besar atau kecil) serta bentuk chamber yang berbeda (cubic atau cylinder). Penempatan sampel yang tepat ini tentu akan menghindari ketidakseragaman temperatur pada saat pengambilan data.

Setelah proses instalasi standar selesai, maka tahap selanjutnya tentunya adalah pengambilan data. Pengambilan data tentunya tidak boleh kita lakukan secara langsung tetapi menunggu dimana kondisi temperatur didalam chamber sudah stabil. Hal ini juga dijelaskan di dalam referensi ini.

Data sudah dapat.. Langkah terakhir tentunya adalah membuat laporan kalibrasi. Didalam referensi ini kita diajarkan bagaimana mengolah data yang sudah kita dapat menjadi suatu laporan termasuk dengan cara perhitungannya. Dalam suatu kegiatan kalibrasi tentu tidak lepas dari adanya ketidakpastian. Disini juga dijelaskan mengenai darimana saja kontribusi ketidakpastiaannya, model perhitungannya, serta peluang distribusinya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *