Fungsi Kuvet Pada Alat Spekrofotometer

oleh | Des 21, 2022 | Laboratorium

Pada saat melakukan pengujian di laboratorium menggunakan spektrofotometer, kamu pasti akan membutuhkan alat bernama kuvet. Sebenarnya, apa sih fungsi kuvet laboratorium itu? Pada artikel ini, kami akan mengulas tentang fungsi kuvet tersebut.

Apa Itu Kuvet?

Untuk menggunakan instrumentasi spektrofotometer, kamu tidak bisa melepaskan kuvet dari perangkat tersebut. Kuvet dan spektrofotometer merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kuvet memiliki bentuk seperti balok dengan diameter yang kecil, yang terbuat dari bahan transparan seperti kuarsa, kaca, plastik, atau plexiglas.

Masing-masing bahan tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan dalam analisa dan nilai ekonomisnya. Meskipun ukurannya kecil, harga kuvet laboratorium cukup mahal dibandingkan dengan alat laboratorium lainnya.

Kuvet dengan bahan plastik adalah yang paling murah, dengan harga beberapa puluh ribu rupiah, sedangkan kuvet dengan bahan kuarsa yang paling mahal, dengan harga hingga jutaan rupiah.

Fungsi Kuvet Laboratorium

Sekarang, mari kita mengenal fungsi kuvet laboratorium saat melakukan pengujian menggunakan instrumentasi spektrofotometer. Kuvet berfungsi sebagai wadah sampel pengujian yang akan dianalisis dengan mengukur nilai absorbansinya menggunakan alat spektrofotometer.

Prosesnya adalah dengan memancarkan sinar pada sampel yang terdapat di dalam kuvet menggunakan panjang gelombang spesifik atau maksimum. Kemudian, sampel akan terpantulkan kembali menuju detektor yang akan membaca nilai absorbansinya. Prinsip kerja ini merupakan cara kerja spektrofotometer, meskipun akan ada pembahasan lebih lengkap mengenai spektrofotometer pada artikel terpisah.

Syarat penggunaan Kuvet

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi saat menggunakan kuvet sebagai tempat sampel pada pengujian menggunakan spektrofotometer, di antaranya:

  • Kuvet harus transparan atau tidak berwarna agar dapat mentransmisikan cahaya dengan sempurna.
  • Kuvet tidak boleh bereaksi terhadap sampel yang ada di dalamnya.
  • Permukaan kuvet harus sejajar secara optis.
  • Kuvet harus kuat dan tidak mudah rusak atau bocor.
  • Kuvet harus memiliki bentuk yang sederhana atau identik dengan kuvet lainnya.

Dari penjelasan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa kuvet tidak hanya berfungsi sebagai wadah sampel, tetapi juga sebagai transmisi sinar menuju detektor yang akan membaca nilai absorbansinya.

Penggunaan kuvet juga tergantung pada karakteristik dan sifat sampel yang akan diuji. Kuvet kuarsa hanya bisa digunakan untuk sampel yang memiliki panjang gelombang pada daerah UV, sementara sampel dengan panjang gelombang pada daerah visible dapat menggunakan kuvet kaca atau plastik.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: