Hardness Tester: Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, Cara Menggunakannya

oleh | Des 22, 2022 | Laboratorium

Dalam pembahasan ini, Blog Lab akan membahasa tentang pengertian hardness tester, fungsi, cara kerja, serta cara menggunakan hardness tester. Selain itu, akan dibahas juga mengenai beberapa jenis hardness tester yang umum digunakan, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis tersebut. Selengkapnya silahkan anda simak baik-baik pembahasannya berikut ini.

Apa itu Hardness Tester?

Hardness tester adalah alat yang digunakan untuk mengukur kekerasan sediaan, terutama tablet. Nama hardness tester berasal dari kata “hard”, yang berarti keras, dan “tester”, yang berarti percobaan atau pengujian. Alat ini penting dalam menentukan kualitas dan sifat fisik obat, karena sediaan tablet dibuat dari beberapa bahan, termasuk bahan pengikat yang membuat sediaan menjadi padat dan keras. Hardness tester memungkinkan untuk menguji kekerasan tablet dengan cara yang tepat dan akurat.

Fungsi Hardness Tester

Hardness tester digunakan untuk mengukur ketahanan material terhadap deformasi dengan menggunakan indentor yang terbuat dari bahan yang lebih keras daripada material tersebut. Ini berguna untuk memverifikasi jenis perlakuan panas yang akan diterapkan pada suatu bagian dan untuk mengidentifikasi apakah suatu bahan memiliki sifat yang diperlukan.

Hal ini membuat uji kekerasan bermanfaat dalam aplikasi industri, seperti dalam pembuatan komponen mesin atau peralatan. Uji kekerasan juga dapat digunakan untuk memprediksi kemampuan suatu material untuk menahan beban dan menentukan umur pakai suatu produk.

Jenis-Jenis Hardness Tester

Berikut ini adalah beberapa macam jenis Hardness Tester beserta dengan fungsinya yang bisa anda ketahui, diantaranya yaitu sebagai berikut:

1. Hardness Tester Benchtop

Hardness tester benchtop adalah alat yang digunakan untuk mengukur kekerasan material yang besar dan berat, sehingga harus diletakkan di atas meja. Salah satu keuntungan utama dari jenis ini adalah kemampuannya untuk mengukur kekerasan material dengan metode konvensional. Benchtop hardness tester biasanya memiliki kemampuan untuk mengukur kekerasan dengan berbagai metode, seperti Brinell, Rockwell, dan Vickers. Alat ini berguna untuk memprediksi kemampuan suatu material untuk menahan beban dan menentukan umur pakai suatu produk.

Berikut adalah gambar contoh alat Hardness Tester Benchtop:

Hardness Tester Benchtop
Gambar alat Hardness Tester Benchtop

2. Hardness Tester Portabel

Hardness tester portabel adalah alat yang lebih kecil, ringan, dan kompak daripada jenis benchtop. Keuntungan utama dari jenis ini adalah mudah dibawa, sehingga lebih praktis saat digunakan. Hardness tester portabel biasanya memiliki ukuran yang lebih kecil dan bobot yang lebih ringan, sehingga mudah dibawa ke lokasi uji. Alat ini berguna untuk mengukur kekerasan material di tempat kerja, seperti di pabrik atau di lapangan. Dengan ukuran yang lebih kecil, hardness tester portabel juga lebih mudah disimpan dan dibawa ke lokasi uji yang berbeda.

Berikut adalah contoh gambar alat Hardness Tester Portabel:

Gambar alat Hardness Tester Portabel
Gambar alat Hardness Tester Portabel

Cara kerja Hardness Tester

Cara kerja hardness tester tergantung pada jenis dan metode yang digunakan. Beberapa metode umum yang digunakan dalam hardness tester adalah:

  1. Metode Brinell: Dalam metode ini, sebuah indenter berbahan besi dengan diameter tertentu ditekan ke dalam material yang akan diuji. Kepekatan indenter diukur dengan menggunakan mikrometer.
  2. Metode Rockwell: Dalam metode ini, sebuah indenter yang terbuat dari baja atau diaman berbentuk konus ditekan ke dalam material yang akan diuji. Kepekatan indenter diukur dengan menggunakan skala Rockwell.
  3. Metode Vickers: Dalam metode ini, sebuah indenter berbentuk segitiga ditekan ke dalam material yang akan diuji. Kepekatan indenter diukur dengan menggunakan skala Vickers.

Umumnya, cara kerja hardness tester adalah sebagai berikut:

  1. Pertama, material yang akan diuji dipersiapkan dengan cara yang sesuai dengan metode yang digunakan.
  2. Kemudian, hardness tester diatur sesuai dengan metode yang digunakan.
  3. Indenter ditekan ke dalam material yang akan diuji dengan kekuatan yang telah ditentukan.
  4. Kepekatan indenter diukur dengan menggunakan alat yang sesuai dengan metode yang digunakan, seperti mikrometer, skala Rockwell, atau skala Vickers.
  5. Hasil uji kekerasan dicatat dan dianalisis untuk mengetahui tingkat kekerasan material yang diuji.
  6. Setelah selesai, hardness tester dibersihkan dan disimpan sesuai dengan petunjuk pemakaian.

Cara menggunaka Hardness Tester

Untuk menggunakan hardness tester, pertama-tama perlu dilakukan persiapan yang sesuai dengan metode yang digunakan. Beberapa langkah umum yang perlu dilakukan adalah:

  1. Pastikan hardness tester telah dipasang pada meja atau tempat yang stabil.
  2. Pastikan bahwa hardness tester telah diisi dengan indenter yang sesuai dengan metode yang digunakan.
  3. Pastikan bahwa material yang akan diuji telah dipersiapkan dengan cara yang sesuai dengan metode yang digunakan.
  4. Atur hardness tester sesuai dengan metode yang digunakan, seperti mengatur kekuatan indenter atau skala yang digunakan.
  5. Letakkan material yang akan diuji di atas hardness tester dan pastikan bahwa material tersebut terpasang dengan benar.
  6. Tekan indenter ke dalam material yang akan diuji dengan kekuatan yang telah ditentukan.
  7. Baca hasil uji kekerasan dengan menggunakan alat yang sesuai dengan metode yang digunakan, seperti mikrometer, skala Rockwell, atau skala Vickers.
  8. Catat hasil uji kekerasan dan analisis hasil tersebut untuk mengetahui tingkat kekerasan material yang diuji.
  9. Bersihkan hardness tester setelah selesai digunakan dan simpan sesuai dengan petunjuk pemakaian.

Perlu diingat bahwa cara menggunakan hardness tester bisa berbeda-beda tergantung pada jenis dan merk hardness tester yang digunakan. Sebaiknya baca petunjuk pemakaian dengan seksama untuk mengetahui cara menggunakan alat dengan benar.

Kesimpulan

Hardness tester merupakan alat yang penting dalam menentukan kualitas dan sifat fisik obat, khususnya sediaan tablet. Alat ini juga bermanfaat dalam aplikasi industri, seperti dalam pembuatan komponen mesin atau peralatan. Ada beberapa jenis hardness tester yang tersedia, seperti hardness tester portabel dan hardness tester benchtop, yang memiliki keuntungan masing-masing. Hardness tester bekerja dengan menggunakan metode yang sesuai dengan jenis dan merk alat yang digunakan, seperti metode Brinell, Rockwell, atau Vickers. Untuk menggunakan hardness tester, perlu dilakukan persiapan yang sesuai dengan metode yang digunakan, kemudian indenter ditekan ke dalam material yang akan diuji dan hasil uji kekerasan dicatat dan dianalisis. Dengan memahami cara kerja dan cara menggunakan hardness tester, kita dapat mengukur kekerasan material dengan tepat dan akurat.

Nah itulah pembahasan tentang alat yang bernama Hardness Tester yang dapat Blog Lab sampaikan kepada anda, semoga bermanfaat.

Sumber artikel: blogkimia.com, yakinmaju.com, andarupm.co.id

Bagikan ini ke:
<a href="https://bloglab.id/author/bloglab/" target="_self">Erwin Widianto</a>

Erwin Widianto

Content Creator

Saya adalah seorang Content Creator dan SEO Spesialist yang berasal dari Jawa Barat, Indonesia yang memulai karir di bidang Digital Marketing sejak tahun 2017 hingga sekarang.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×