Bagian-bagian Dan Cara Menggunakan Colony Counter

Hallo gays, di pertemuan kali ini disini admin akan menjelaskan tentang alat yang bernama Colony Counter atau alat yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah koloni mikrorganisme, untuk itu jika anda ingin mengetahui lebih lanjut dalam pembahasan ini, silahkan anda baca pembahasannya sampai selesai. Berikut ini adalah penjelasan tentang penbgertian, bagian-bagian Colony Counter dan juga bagaimana cara menggunakan Colony Counter.

Apa itu Colony Counter?

Colony Counter adalah perangkat atau alat yang digunakan untuk menghitung jumlah koloni mikroorganisme yang tumbuh dalam suatu medium. Alat ini biasa digunakan dalam bidang mikrobiologi untuk mengukur keberhasilan pembiakan mikroorganisme, menentukan jumlah mikroorganisme dalam sampel, atau mengevaluasi efektivitas suatu proses sterilisasi. Beberapa colony counter modern menggunakan teknologi pengenalan citra atau pemindaian untuk menghitung koloni mikroorganisme secara otomatis.

Nah itulah penjelasan singkatnya tentang alatnya, dan selanjutnya disini kita akan melihat lebih detile dengan contoh alatnya yang bisa anda lihat berikut ini.

Contoh alat Colony Counter

Berikut ini adalah contoh alat Colony Counter yaitu alatnya yang bernama “570 Suntex Instruments – Colony Counter” lihat berikut ini secara lengkap tentang alatnya:

Colony Counter
Gambar 570 Suntex Instruments – Colony Counter

Alat Colony Counter dari Suntex Instruments yang bernomor 570 telah dirancang dengan memperhatikan semua komponen sirkuit solid state. Sistem sensor tekanannya memberikan sensitivitas yang seragam dalam semua area kerja. Alat ini cocok digunakan untuk menghitung jumlah bakteri yang tumbuh pada berbagai jenis agar yang ditemukan dalam cawan petri berukuran berbeda.

Fitur:

  • Model deluxe dari Colony Counter ini memiliki register elektronik yang terintegrasi dan dapat dioperasikan dengan menggunakan pena apapun.
  • Sistem sensor tekanan memberikan sensitivitas yang seragam di seluruh area kerja.
  • Tombol reset yang tersedia memberikan penekanan langsung pada penghitung 4 digit.
  • Adjuster yang fleksibel dapat menerima cawan petri dari ukuran 10 cm sampai 15 cm.
  • Lengan fokus yang dapat diatur memungkinkan Anda untuk menaikkan atau menurunkan lensa standar 1,5x sesuai keinginan.
  • Lensa juga dapat diputar 360 derajat untuk akses yang lebih mudah ke cawan petri.
  • Pelat latar belakang dapat diubah menjadi putih atau hitam untuk memudahkan proses penghitungan.

Spesifikasi:

Working principlePressure sensor system provides uniform sensitivity over the whole of the working field
Readout4-digit bright red 0.6” LED display
Petri dish holderAccept 10 cm to 15 cm dish using flexible adjuster
IlluminationRing-shaped lamp provides direct or indirect illumination
Zero Reset ButtonYes
Modes of CountingMarking pen counting (any pen)
Dimensions300 mm x 330 mm x 100 mm (L x W x H)
Weight6.5 kg
Power3 Kw

Nah itulah contoh alat Colony Counter beserta dengan fitur dan spesifikasi alatnya yang bisa anda miliki, selanjutnya kita akan melihat apa saja bagian-bagian alatnya, untuk itu berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Bagian-bagian Colony Counter

Bagian-bagian utama dari Colony Counter biasanya meliputi:

  1. Register elektronik: untuk mencatat jumlah koloni yang dihitung.
  2. Sensor tekanan: untuk mendeteksi koloni mikroorganisme dengan cara mengukur tekanan yang diterima oleh alat saat ditindih oleh koloni.
  3. Lensa: untuk memperbesar gambar koloni mikroorganisme sehingga dapat dihitung dengan mudah.
  4. Lengan fokus: untuk mengatur kedalaman fokus lensa.
  5. Pelat latar belakang: untuk memudahkan pengenalan koloni mikroorganisme dengan memberikan latar belakang yang kontras.
  6. Tombol reset: untuk mengatur ulang jumlah koloni yang dihitung.
  7. Adjuster: untuk mengatur ukuran cawan petri yang diterima oleh alat.
  8. Tombol-tombol kontrol: untuk mengatur fungsi-fungsi lain dari alat, seperti pengaturan kontras atau kecerahan.
  9. Papan kontrol: untuk mengatur dan mengoperasikan alat.
  10. Kabel aliran listrik: untuk menyalakan alat.

Catatan*

Beberapa Colony Counter yang modern mungkin saja memiliki fitur-fitur atau komponen tambahan yang berbeda dari yang disebutkan diatas.

Nah itulah penjelasan tentang bagian-bagiannya dan selanjutkan kita akan membahas tentang bagaimana cara penggunaannya yang bisa anda lihat berikut ini.

Cara penggunaan Colony Counter

Cara penggunaan Colony Counter umumnya meliputi beberapa tahap berikut:

  1. Persiapan: Pastikan bahwa alat sudah dalam kondisi yang baik dan terpasang dengan benar. Siapkan cawan petri yang akan dihitung dengan koloni mikroorganisme yang sudah tumbuh dengan baik.
  2. Pengaturan: Sesuaikan lensa fokus dan pelat latar belakang sesuai dengan kebutuhan. Pilih ukuran cawan petri yang sesuai dengan adjuster.
  3. Penghitungan: Letakkan cawan petri di atas adjuster dan tekan tombol “start” untuk mulai menghitung. Jika alat mengenali koloni mikroorganisme, jumlah akan ditambahkan pada register elektronik.
  4. Penyimpanan hasil: Setelah semua koloni dihitung, catat jumlah koloni yang dihasilkan dan simpan dalam catatan yang sesuai.
  5. Pemeliharaan: Bersihkan alat dan periksa kondisi alat sebelum digunakan lagi.

Catatan*

Beberapa Colony Counter yang modern mungkin saja memiliki fitur-fitur atau komponen tambahan yang berbeda dari yang disebutkan diatas. pastikan untuk membaca manual pengguna dan ikuti petunjuk yang tepat untuk menggunakan alat dengan benar.

Nah itulah tentang cara menggunakan Colony Counter yang dapat admin uraikan diatas, dan selanjutnya kita akan mengetahui bagaimana cara menghitung bakteri dengan colony counter. Untuk langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

Cara menghitung bakteri dengan Colony Counter

Untuk menghitung bakteri dengan menggunakan Colony Counter, umumnya dilakukan dengan beberapa tahap sebagai berikut:

  1. Pembuatan sediaan: Ambil sampel bakteri yang akan dihitung, dan buat sediaan dengan menyebarkannya pada agar yang sesuai. Kemudian inkubasikan sampel selama waktu yang dibutuhkan agar bakteri dapat tumbuh dan membentuk koloni.
  2. Pemindahan sediaan: Setelah sediaan siap, pindahkan sediaan ke cawan petri yang telah disiapkan.
  3. Pemeliharaan koloni: Letakkan cawan petri yang telah diisi sediaan pada inkubator selama beberapa jam atau hari, agar koloni bakteri dapat tumbuh dengan baik.
  4. Penghitungan koloni: Setelah koloni bakteri tumbuh dengan baik, letakkan cawan petri pada colony counter. Alat akan menghitung jumlah koloni bakteri yang ada pada cawan petri dengan mengukur tekanan yang diterima saat ditindih oleh koloni.
  5. Penyimpanan hasil: Setelah semua koloni dihitung, catat jumlah koloni yang dihasilkan dan simpan dalam catatan yang sesuai.
  6. Pemeliharaan: Bersihkan alat dan periksa kondisi alat sebelum digunakan lagi.

Catatan*

Beberapa Colony Counter yang modern mungkin saja memiliki fitur-fitur atau komponen tambahan yang berbeda dari yang disebutkan diatas. pastikan untuk membaca manual pengguna dan ikuti petunjuk yang tepat untuk menggunakan alat dengan benar.

Nah stelah anda tahu tentang Colony Counter dan cara menggunakannya anda juga harus tahu dan harus merawat alat tersebut, maka dari itu disini admin akan menjelaskan juga tentang bagaimana cara membersihkan colony counter, berikut penjelasan lengkapnya.

Cara membersihkan Colony Counter

Cara membersihkan Colony Counter tergantung pada jenis alat yang digunakan, namun umumnya meliputi beberapa tahap berikut:

  1. Pembersihan dasar: Bersihkan permukaan alat dengan kain kering atau kain lap yang bersih untuk menghilangkan debu atau kotoran yang ada.
  2. Pembersihan khusus: Beberapa bagian dari alat mungkin memerlukan pembersihan khusus. Lensa harus dibersihkan dengan cairan pembersih khusus untuk lensa atau dengan air yang dibasahi dengan sedikit sabun. Register elektronik dan kontrol harus dibersihkan dengan kain kering yang lembut.
  3. Sterilisasi: Beberapa bagian dari alat mungkin harus disterilkan sebelum digunakan kembali. Cawan petri harus dibersihkan dengan baik dan disterilkan dengan cara yang sesuai.
  4. Pemeriksaan: Setelah alat dibersihkan dan disterilkan, periksa kondisi alat dan pastikan semua bagian berfungsi dengan baik sebelum digunakan kembali.

Catatan*

Beberapa Colony Counter yang modern mungkin saja memiliki fitur-fitur atau komponen tambahan yang berbeda dari yang disebutkan diatas. pastikan untuk membaca manual pengguna dan ikuti petunjuk yang tepat untuk membersihkan alat dengan benar.

Nah itulah pembahasan yang dapat Blog Lab samapikan kepada teman-teman tentang alat laboratorium yaitu Colony Counter, mudah-mudahan artikel yang saya tulis ini dapat menjadi bahan referensi yang bermanfaat bagi anda khususnya yang belum mengetahui cara penggunaan dan cara perawatan alat Colony Counter. Terimakasih.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *