Sejarah Penumuan Atom dari Dulu sampai Sekarang

oleh | Mar 15, 2023 | Kimia

Atom terdiri dari unsur-unsur tertentu yang memiliki jumlah proton dan afinitas elektron yang tetap namun dapat memiliki jumlah neutron yang bervariasi. Jika elektron dalam sebuah atom lebih banyak atau lebih sedikit daripada proton, maka atom tersebut akan memiliki muatan negatif atau positif secara keseluruhan dan disebut sebagai ion.

Karena itulah, teori atom menjadi bagian fundamental dari segala materi yang dapat disentuh secara fisik dalam sejarah. Seluruh materi di alam semesta (kecuali energi) terdiri dari atom.

Sejarah Atom

Sejarah Atom
Gambar Atom

Pada tahun 440 SM, Democritus, seorang ilmuwan dan filsuf Yunani, memperkenalkan teori atom. Menurut Andrew G. Van Melsen, penulis buku “From Atomos to Atom: The History of the Concept Atom” (Duquesne University Press, 1952), Democritus mungkin membangun teorinya berdasarkan karya filsuf masa lalu.

Teori atom Democritus dimulai dengan pengamatan batu yang dipotong menjadi dua bagian yang sama. Jika batu tersebut terus dipotong, akan terdapat titik di mana tidak mungkin lagi memotong batu tersebut menjadi bagian yang lebih kecil. Democritus menyimpulkan bahwa titik tersebut merupakan atom, yang berasal dari kata Yunani yang berarti tak terpisahkan.

Menurut teori Democritus, atom ada secara terpisah satu sama lain, ada jumlah atom yang tak terbatas, atom dapat bergerak, atom dapat bergabung untuk menciptakan materi tetapi tidak bergabung untuk membentuk atom baru, dan atom tidak dapat dibagi.

Namun, pada masa itu, banyak filsuf terutama Aristoteles, yang sangat berpengaruh, percaya bahwa semua materi tercipta dari bumi, udara, api, dan air. Oleh karena itu, teori atom Democritus tidak mendapat dukungan yang cukup dan dianggap kurang penting.

Perkembangan Penumuan Atom

Kemudian dalam perkembangannya teori atom ini dikemukakan oleh para ahli. Antara lain:

1. John Dalton

John Dalton
Gambar John Dalton

Pada tahun 1803, seorang ahli kimia Inggris bernama John Dalton membangun ide-ide Democritus dan mengemukakan teori atomnya sendiri. Dalton mengadopsi beberapa gagasan dari Democritus, seperti tidak adanya kemungkinan membagi atau menghancurkan atom, serta pembentukan materi dari gabungan atom yang berbeda.

Teori atom Dalton juga menambahkan gagasan-gagasan baru, seperti kesamaan identitas dari semua atom unsur yang sama, perbedaan bobot dan sifat atom dari unsur yang berbeda, serta pembentukan materi melalui gabungan atom dalam bilangan bulat sederhana. Dalton juga percaya bahwa atom tidak dapat diciptakan atau dihancurkan.

Dalam keseluruhan teori atomnya, Dalton berhasil memadukan gagasan-gagasan dari Democritus dengan penemuan dan pengamatan kimia pada masanya. Teori atom Dalton menjadi sangat penting bagi kemajuan ilmu kimia dan memberikan landasan untuk perkembangan kimia modern.

2. Thomson

Thomson
Gambar Thomson

Thomson juga menambahkan bahwa elektron dalam atom dapat dilepaskan dan dipindahkan dari satu atom ke atom lain, sehingga memungkinkan pembentukan ikatan kimia antara atom. Hal ini menjelaskan bahwa atom dapat dibagi, meskipun tidak dalam arti yang sama dengan pembagian atom yang diusulkan oleh Democritus.

Model atom Thomson memberikan kontribusi besar dalam pemahaman tentang struktur atom. Meskipun model ini tidak benar secara keseluruhan, namun konsep muatan positif dan negatif dalam atom menjadi dasar bagi pengembangan model atom selanjutnya.

Pemikiran Thomson menjadi landasan untuk model atom Rutherford yang mengusulkan bahwa atom terdiri dari inti yang padat dengan proton bermuatan positif dan elektron bermuatan negatif yang berputar mengelilingi inti.

3. Rutherford

Rutherford
Gambar Rutherford

Rutherford, yang belajar di bawah Thomson, adalah ilmuwan berikutnya yang memodifikasi dan memajukan model atom. Pada tahun 1911, ia menerbitkan versi atomnya yang mencakup inti bermuatan positif yang dikelilingi oleh elektron.

Untuk menguji modelnya, Rutherford melakukan eksperimen menembakkan partikel alfa ke lembaran tipis emas. Partikel alfa terdiri dari 2 proton dan 2 neutron yang diikat bersama oleh gaya nuklir kuat yang sama yang mengikat inti.

Dalam eksperimennya, para ilmuwan memperhatikan bahwa sebagian kecil partikel alfa tersebar pada sudut yang sangat besar ke arah gerakan semula, sementara sebagian besar lewat hampir tidak terganggu.

Dari hasil eksperimennya, Rutherford dapat memperkirakan ukuran inti atom emas dan menemukan bahwa inti tersebut setidaknya 10.000 kali lebih kecil dari ukuran seluruh atom dengan sebagian besar atom berada di ruang kosong. Model atom Rutherford tetap menjadi model dasar yang digunakan hingga saat ini.

4. Niels Bohr, Erwin Schrodinger, Werner Heisenberg Murray Gell-Mann, dan George Zweig

Niels Bohr, Erwin Schrodinger, Werner Heisenberg Murray Gell-Mann, dan George Zweig
Gambar Niels Bohr, Erwin Schrodinger, Werner Heisenberg Murray Gell-Mann, dan George Zweig

Benar, perkembangan sejarah teori atom terus berlanjut hingga saat ini dengan banyak ilmuwan terus memperluas pemahaman kita tentang sifat-sifat dan perilaku atom serta partikel subatomik lainnya. Selain ilmuwan yang telah disebutkan, ada banyak lagi ilmuwan lainnya yang membuat kontribusi penting dalam pengembangan teori atom seperti Max Planck, Albert Einstein, James Chadwick, dan lainnya. Semua kontribusi ini membantu membentuk pemahaman kita tentang sifat dan perilaku atom, dan memperluas aplikasi teknologi atom dalam kehidupan sehari-hari.

Atom Menurut Para Ahli

Secara singkat definisi atom menurut para ahli, antara lain:

  1. Bohr, Pengertian atom adalah sebagai sistem planet, dengan inti atom sebagai matahari dan elektron-elektron berputar dalam orbit seperti planet-planet.
  2. Schrodinger, Teori atom menurut erwin schrodinger Atom dijelaskan sebagai partikel yang memiliki sifat gelombang, yang dapat didefinisikan oleh fungsi gelombang Schrodinger.
  3. Heisenberg, Atom dijelaskan sebagai partikel yang memiliki sifat dualitas gelombang-partikel dan ketidakpastian terkait dengan pengukuran posisi dan momentumnya.
  4. Gell-Mann dan Zweig, Atom terdiri dari partikel-partikel subatomik seperti quark yang membentuk proton, neutron, dan partikel lainnya.

Terima kasih telah membaca artikel ini. Semoga artikel ini memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai sejarah penemuan dan perkembangan teori atom. Perkembangan teori atom sangatlah penting bagi ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, dan terus menjadi bidang penelitian yang menarik untuk dijelajahi. Jangan ragu untuk mencari informasi lebih lanjut dan terus berpikir kritis dalam mengembangkan pengetahuan mengenai dunia di sekitar kita.

Bagikan ini ke:
Tag: Atom
<a href="https://bloglab.id/author/bloglab/" target="_self">Erwin Widianto</a>

Erwin Widianto

Content Creator

Saya adalah seorang Content Creator dan SEO Spesialist yang berasal dari Jawa Barat, Indonesia yang memulai karir di bidang Digital Marketing sejak tahun 2017 hingga sekarang.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×