10 Bahaya Merkuri bagi Tubuh Manusia dan Lingkungan

oleh | Mar 17, 2023 | Kimia

Merkuri yang termasuk dalam golongan logam transisi sering disebut sebagai logam berat. Ketika membicarakan tentang merkuri, kita cenderung lebih fokus pada bahaya penggunaannya terhadap kesehatan dan lingkungan.

Hal ini masuk akal karena kontak langsung dengan bahan merkuri pada pekerja pertambangan dapat menyebabkan dampak yang berbahaya. Bahkan, beberapa jenis penyakit dapat dialami oleh orang yang terpapar merkuri. Namun, penggunaan yang tepat juga dapat memberikan manfaat dalam kehidupan.

Merkuri

Contoh Gambar Merkuri
Contoh Gambar Merkuri

Dalam tabel periodik, logam merkuri terletak pada nomor atom 80. Secara alami, merkuri memiliki tiga kemungkinan keadaan oksidasi atau muatan listrik, yaitu merkuri elemental (Hg) tanpa muatan, Hg+ dengan satu muatan positif, dan Hg2+ dengan dua muatan positif.

Meskipun demikian, kation pada merkuri lebih stabil dan cenderung berikatan dengan molekul anorganik lain untuk membentuk senyawa yang stabil. Namun, senyawa yang terbentuk dapat jadi lebih beracun daripada merkuri murni.

Salah satu contohnya adalah dimetilmerkuri, yang sangat beracun bagi makhluk hidup dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Bahaya Merkuri bagi Manusia

Berikut ini adalah 10 bahaya merkuri bagi kesehatan tubuh manusia:

1. Kerusakan pada sistem saraf pusat

Merkuri dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf pusat karena dapat menembus sawar darah-otak dan merusak sel-sel saraf di otak. Efek ini dapat menyebabkan gangguan pada kognisi, memori, koordinasi, dan bahkan kejang. Paparan merkuri yang cukup tinggi dapat menyebabkan keracunan merkuri atau merkuri encephalopathy, yang dapat menyebabkan gejala seperti tremor, delirium, kelemahan otot, dan kehilangan penglihatan. Jika tidak diobati, kerusakan pada sistem saraf pusat dapat menjadi permanen dan mengganggu kemampuan seseorang untuk berfungsi secara normal.

2. Gangguan pada sistem pernapasan

Paparan merkuri juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan. Merkuri yang terhirup dalam bentuk uap dapat masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan peradangan pada jaringan paru-paru, yang dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk bernapas dengan normal. Paparan jangka panjang dapat menyebabkan fibrosis paru-paru atau kerusakan permanen pada jaringan paru-paru. Paparan merkuri dalam bentuk merkuri organik seperti metilmerkuri juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, seperti dispnea atau sesak napas.

3. Gangguan pada sistem kardiovaskular

Paparan merkuri juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah. Merkuri dapat menyebabkan peradangan pada dinding pembuluh darah, yang dapat mengganggu aliran darah dan memicu terjadinya tekanan darah tinggi atau hipertensi. Paparan merkuri jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan pada jantung dan pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular seperti stroke atau serangan jantung. Selain itu, paparan merkuri juga dapat memicu terjadinya gangguan irama jantung atau aritmia.

4. Gangguan pada sistem pencernaan

Paparan merkuri juga dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan, terutama jika terjadi paparan melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi merkuri. Merkuri dapat menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan dan merusak sel-sel pada usus dan lambung. Efek ini dapat menyebabkan mual, muntah, diare, dan kram perut. Paparan merkuri jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan pada organ hati dan ginjal.

5. Kerusakan pada ginjal

Paparan merkuri juga dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal karena merkuri dapat menumpuk di dalam tubuh dan memicu kerusakan sel-sel ginjal. Merkuri organik seperti metilmerkuri diketahui dapat merusak sel-sel pada ginjal dan memicu terjadinya nefritis interstitial, yaitu peradangan pada jaringan ginjal. Efek ini dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal dan meningkatkan risiko terjadinya gagal ginjal. Selain itu, paparan merkuri jangka panjang juga dapat menyebabkan penumpukan merkuri pada ginjal dan menyebabkan keracunan merkuri pada organ ginjal.

6. Kerusakan pada sistem reproduksi

Paparan merkuri juga dapat menyebabkan kerusakan pada sistem reproduksi baik pada pria maupun wanita. Pada pria, merkuri dapat mempengaruhi jumlah dan kualitas sperma, mengurangi kesuburan, dan memicu gangguan pada fungsi testis. Pada wanita, paparan merkuri dapat mempengaruhi siklus menstruasi, memicu terjadinya gangguan pada fungsi ovarium, dan mengganggu kualitas dan jumlah sel telur. Selain itu, paparan merkuri jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kelainan janin, kelainan perkembangan seksual, dan gangguan pada sistem reproduksi pada bayi dan anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

7. Gangguan pada sistem kekebalan tubuh

Paparan merkuri juga dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia. Merkuri dapat mengganggu produksi dan fungsi sel-sel darah putih, yang bertanggung jawab dalam melawan infeksi dan penyakit dalam tubuh. Selain itu, paparan merkuri jangka panjang juga dapat memicu terjadinya peradangan dan kerusakan pada jaringan tubuh, yang dapat mempengaruhi fungsi sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi, penyakit autoimun, dan gangguan sistem kekebalan tubuh lainnya.

8. Gangguan pada sistem endokrin

Paparan merkuri juga dapat mempengaruhi sistem endokrin tubuh manusia, yang bertanggung jawab dalam mengatur hormon dan fungsi organ tubuh lainnya. Merkuri dapat mempengaruhi produksi hormon, dan memicu gangguan pada sistem endokrin. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada fungsi organ tubuh yang tergantung pada regulasi hormon, seperti kelenjar tiroid, hipotalamus, hipofisis, dan kelenjar adrenal. Selain itu, paparan merkuri jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker hormon-dependent seperti kanker payudara dan kanker prostat.

9. Teratogenik (menyebabkan cacat lahir pada janin)

Paparan merkuri juga dapat menyebabkan efek teratogenik, yaitu menyebabkan cacat lahir pada janin. Merkuri dapat menembus plasenta dan memasuki tubuh janin, yang sedang berkembang di dalam rahim. Hal ini dapat memicu terjadinya gangguan pada perkembangan janin, dan menyebabkan terjadinya cacat lahir seperti kelainan pada sistem saraf, kelainan pada kognisi dan perilaku, kelainan pada sistem kardiovaskular, dan kelainan pada sistem reproduksi. Paparan merkuri jangka panjang pada ibu hamil juga dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran, persalinan prematur, dan kematian bayi pada saat lahir. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencegah paparan merkuri pada ibu hamil dan janin yang sedang berkembang.

10. Karsinogenik (menyebabkan kanker)

Paparan merkuri juga diketahui memiliki sifat karsinogenik, yaitu dapat menyebabkan kanker pada manusia. Merkuri dapat mempengaruhi sel-sel tubuh dan memicu perubahan genetik yang dapat menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak normal dan berlebihan. Paparan merkuri jangka panjang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko terjadinya beberapa jenis kanker, seperti kanker otak, kanker paru-paru, kanker ginjal, dan kanker kulit.

Paparan merkuri dapat terjadi melalui berbagai sumber, seperti asap emisi industri, konsumsi makanan laut yang terkontaminasi merkuri, atau penggunaan produk yang mengandung merkuri seperti kosmetik, termometer, dan lampu pijar. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencegah paparan merkuri dan mengurangi risiko terjadinya kanker dengan cara menghindari produk-produk yang mengandung merkuri dan mengonsumsi makanan laut yang aman dan terkontrol.

Bahaya Merkuri bagi lingkungan

Berikut ini adalah 10 bahaya merkuri bagi lingkungan:

  1. Merkuri dapat mencemari tanah, air, dan udara, serta dapat terakumulasi di berbagai organisme dalam rantai makanan.
  2. Merkuri dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf manusia dan hewan.
  3. Merkuri dapat menyebabkan gangguan reproduksi pada manusia dan hewan.
  4. Merkuri dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.
  5. Merkuri dapat merusak jaringan otak pada janin dan bayi yang belum lahir.
  6. Merkuri dapat menyebabkan kerusakan pada organ hati, ginjal, dan jantung.
  7. Merkuri dapat menyebabkan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh.
  8. Merkuri dapat menyebabkan kanker dan gangguan pada sistem pernapasan.
  9. Merkuri dapat merusak ekosistem air dan mengancam kelangsungan hidup ikan dan hewan air lainnya.
  10. Merkuri dapat menyebabkan kematian pada hewan dan tumbuhan jika terpapar dalam jumlah yang cukup besar.

Sifat Kimia Logam Merkuri

Setiap unsur kimia memiliki karakteristik unik, dan hal yang sama berlaku untuk logam merkuri. Merkuri memiliki massa atom sebesar 200,59 gram per mol dan berat jenisnya sekitar 13,5 kali lebih besar dari berat jenis air.

Titik leleh logam merkuri adalah -38,9 derajat Celsius dan titik didihnya adalah 356,7 derajat Celsius. Kedua sifat ini membuat merkuri menjadi logam yang cair baik pada suhu kamar maupun pada suhu normal.

Pada suhu kamar, tetesan merkuri, yang juga dikenal sebagai air raksa, tampak berkilau dengan warna putih-perak. Selain itu, merkuri memiliki tegangan permukaan yang besar, sehingga cairan merkuri akan membentuk bola pada permukaan yang datar. Logam merkuri juga memiliki konduktivitas listrik yang baik, meskipun konduktivitas panasnya rendah.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa meskipun logam merkuri memiliki banyak manfaat dalam berbagai bidang, efek sampingnya dapat membahayakan tubuh manusia baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Terlebih lagi, merkuri sering digunakan dalam produk kecantikan untuk memutihkan kulit dalam waktu singkat. Meskipun hal ini memberikan efek yang memuaskan, penggunaan merkuri dalam jangka panjang dapat berbahaya bagi kesehatan.

Oleh karena itu, perlu ada kewaspadaan dalam penggunaan merkuri pada produk kecantikan dan penggunaan merkuri secara umum. Semoga artikel ini dapat memberikan edukasi bagi pembaca tentang bahaya penggunaan merkuri bagi lingkungan dan tubuh manusia.

Bagikan ini ke:
Tag: Merkuri
<a href="https://bloglab.id/author/sitirohmah/" target="_self">Siti Rohmah</a>

Siti Rohmah

Content Creator

Saya adalah seorang penulis dan social media management specialist yang bergerak dibidang ini sejak tahun 2021 sampai sekarang.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×