Pengertian Sublimasi, Contoh, Tujuan, Prosesnya

oleh | Mei 13, 2023 | Kimia

Apakah anda tahu apa yang dimaksud sublimasi? Jadi, Sublimasi adalah istilah dalam kimia yang berhubungan dengan perubahan wujud dari suatu zat dari padat ke gas atau dari gas ke padat tanpa melalui wujud cair. Sublimasi juga merupakan salah satu metode pemisahan campuran kimia yang berdasarkan pada perbedaan titik didih antara zat-zat yang bercampur.

Contoh Sublimasi

Salah satu contoh sublimasi yang paling mudah dilihat adalah pada proses pembuatan kapur barus. Campuran kapur barus dan arang dipanaskan sehingga kapur barus yang dapat menyublim akan menguap. Setelah itu, uap kapur barus didinginkan sehingga menjadi padat kembali.

Contoh lain dari sublimasi adalah:

  • Es kering (karbon dioksida padat) yang menguap menjadi gas karbon dioksida tanpa meleleh terlebih dahulu.
  • Iodium (yodium) yang berubah dari padat menjadi uap ungu tanpa meleleh terlebih dahulu.
  • Naftalen (bola tar) yang berubah dari padat menjadi uap tanpa meleleh terlebih dahulu.

Tujuan Sublimasi

Tujuan sublimasi adalah untuk mendapatkan zat yang murni atau beberapa zat yang murni dari suatu campuran yang disebut dengan pemurnian. Misalnya, untuk memisahkan iodium dari campuran pengotornya agar mendapatkan iodium murni.

Tujuan lain dari sublimasi adalah untuk mengetahui keberadaan zat dalam suatu sampel dengan cara analisis laboratorium. Misalnya, untuk mengidentifikasi zat-zat organik yang dapat menyublim.

Proses Sublimasi

Proses sublimasi secara umum dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sublimasi alami dan sublimasi buatan.

Proses Sublimasi

Sublimasi alami adalah proses sublimasi yang terjadi secara alami akibat dari proses alam itu sendiri. Misalnya, sublimasi belerang yang terjadi pada kawah-kawah gunung berapi.

Sublimasi buatan adalah proses sublimasi yang terjadi secara sengaja atau paksa, baik dalam skala industri maupun laboratorium. Prinsip kerja sublimasi buatan adalah memanaskan zat padat yang mudah menyublim sehingga menjadi gas atau uap. Kemudian, gas atau uap tersebut ditampung dan didinginkan atau dikondensasi kembali menjadi padat.

Prosedur sublimasi buatan dalam skala laboratorium adalah sebagai berikut:

  • Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, seperti cawan penguap, cawan kaca, spatula, gelas arloji, corong atau labu berisi air sebagai pendingin, dan sumber panas.
  • Masukkan zat padat yang akan disublimasi ke dalam cawan penguap. Tutup cawan penguap dengan gelas arloji. Letakkan corong atau labu berisi air di atas gelas arloji sebagai pendingin.
  • Panaskan cawan penguap dengan api kecil pelan-pelan. Zat padat akan menyublim menjadi uap, sedangkan zat penyampur tetap padat.
  • Uap yang terbentuk karena adanya proses pendinginan akan berubah lagi menjadi padat yang menempel pada dinding alat pendingin.
  • Jika sudah tidak ada lagi zat yang menyublim, hentikan proses pemanasan dan biarkan dingin supaya uap yang terbentuk menyublim semua. Kemudian, kumpulkan zat yang terbentuk pada alat pendingin untuk diperiksa kemurniannya. Jika kurang murni, proses sublimasi dapat diulang sampai didapatkan zat yang murni.

Kesimpulan

Sublimasi adalah perubahan wujud zat dari padat ke gas atau dari gas ke padat tanpa melalui wujud cair. Sublimasi juga merupakan metode pemisahan campuran kimia yang berdasarkan pada perbedaan titik didih antara zat-zat yang bercampur. Tujuan sublimasi adalah untuk mendapatkan zat yang murni atau untuk mengetahui keberadaan zat dalam suatu sampel. Proses sublimasi dapat terjadi secara alami atau buatan. Proses sublimasi buatan dapat dilakukan dengan cara memanaskan zat padat yang mudah menyublim sehingga menjadi gas atau uap, kemudian menampung dan mendinginkan atau mengkondensasi kembali gas atau uap tersebut menjadi padat.

Itulah ulasan singkat tentang pengertian sublimasi, contoh, tujuan, dan prosesnya. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan menarik bagi Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan, saran, atau kritik, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih telah membaca artikel ini sampai habis. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Artikel dikutip dari sumber:
1. dosenpendidikan.co.id
2. pelajaran.co.id
3. gurupendidikan.co.id
Bagikan ini ke:
<a href="https://bloglab.id/author/bloglab/" target="_self">Erwin Widianto</a>

Erwin Widianto

Content Creator

Saya adalah seorang Content Creator dan SEO Spesialist yang berasal dari Jawa Barat, Indonesia yang memulai karir di bidang Digital Marketing sejak tahun 2017 hingga sekarang.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×