Pengertian Botol Timbang Laboratorium dan Fungsinya

oleh | Jan 11, 2023 | Laboratorium

Botol Timbang Laboratorium adalah peralatan yang digunakan untuk mengukur massa zat padat di dalam laboratorium. Fungsinya hampir sama dengan alat kaca arloji, namun terdapat sedikit perbedaan dari segi penggunaannya. Dalam artikel ini akan diulas secara lebih rinci mengenai fungsi dan cara penggunaan dari Botol Timbang Laboratorium.

Pengertian botol timbang laboratorium

Botol Timbang Laboratorium
(Gambar Botol Timbang Laboratorium)

Botol Timbang Laboratorium merupakan peralatan yang dibuat dari kombinasi bahan kaca dan plastik yang tahan terhadap sampel bahan kimia. Tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari bentuk bulat pipih sampai silinder dengan alas yang datar. Alat ini dilengkapi dengan tutup yang ditempatkan di bagian atasnya, yang berfungsi untuk melindungi sampel dari cemaran lingkungan seperti udara.

Fungsi botol timbang laboratorium

Botol Timbang Laboratorium digunakan untuk mengukur massa sampel padatan dengan tingkat presisi yang tinggi, khususnya untuk sampel yang memiliki sifat higroskopis. Bentuk botol yang kecil dan ringan sangat sesuai untuk penggunaan pada tingkat presisi yang tinggi.

Ada beragam ukuran dari botol timbang yang tersedia dari berbagai merek seperti Pyrex dan Borosil, yang merupakan penyuplai peralatan laboratorium terbesar saat ini. Harga botol timbang juga beragam, tergantung dari ukurannya dan merek yang digunakan. Biasanya harga botol timbang berkisar antara 30 ribu hingga 100 ribu.

Cara menggunakan botol timbang

Menggunakan Botol Timbang Laboratorium sangatlah mudah, karena prinsip penggunaannya hampir sama dengan kaca arloji laboratorium. Berikut adalah cara menggunakannya:

  1. Persiapkan semua peralatan dan bahan yang dibutuhkan, seperti spatula dan botol timbang.
  2. Untuk menimbang massa sampel menggunakan botol timbang, perlu menggunakan alat penimbangan seperti neraca analitik.
  3. Letakkan botol timbang di dalam neraca analitik, kemudian tekan tombol tare untuk mengatur bobot menjadi nol.
  4. Masukkan sampel ke dalam botol timbang dan timbang sesuai prosedur penelitian, catat juga massa yang diperoleh.
  5. Bersihkan neraca analitik dari sampel yang tertinggal setelah penimbangan selesai.
  6. Ingat selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan prosedur K3 untuk melindungi diri dan mengurangi resiko kecelakaan kerja. Itulah cara menimbang sampel dengan botol timbang. Perlu diingat bahwa penggunaan APD dan prosedur K3 sangat penting dalam melakukan penimbangan dengan Botol Timbang Laboratorium.

Kesimpulan

Botol Timbang Laboratorium merupakan peralatan yang digunakan untuk mengukur massa sampel padatan dengan tingkat presisi yang tinggi. Efektivitas pengukurannya sangat baik untuk sampel yang memiliki sifat higroskopis atau sampel yang mudah bereaksi dengan lingkungan sekitar. Dari pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Botol Timbang Laboratorium merupakan alat yang sangat penting digunakan dalam laboratorium untuk memperoleh hasil yang tepat pada saat melakukan penimbangan. Semoga pembahasan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Bagikan ini ke:
<a href="https://bloglab.id/author/bloglab/" target="_self">Erwin Widianto</a>

Erwin Widianto

Content Creator

Saya adalah seorang Content Creator dan SEO Spesialist yang berasal dari Jawa Barat, Indonesia yang memulai karir di bidang Digital Marketing sejak tahun 2017 hingga sekarang.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×