Inilah Cara Yang Benar Merawat Mikroskop

Ketika anda menggunakan Mikroskop anda jangan hanya menggunakannya saja, tetapi anda juga harus memperhatikannya yaitu dengan cara merawatnya, maka dari itu di artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang mikroskop dari mulai pengertian mikroskop, jenis-jenis mikroskop, cara merawat mikroskop, cara menggunakan mikroskop, dan juga kelebihan dan kekurangan mikroskop secara lengkap di artikel ini.

Apa itu Mikroskop?

Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk memperbesar objek yang sangat kecil, seperti sel, bakteri, atau kristal. Terdiri dari lensa atau sistem lensa yang digunakan untuk memfokuskan cahaya pada objek, dan mekanisme untuk mengatur jarak fokus dan posisi objek. Ada beberapa jenis mikroskop, termasuk mikroskop cahaya, mikroskop elektron, dan mikroskop scanning probe. Baca juga artikel “Bagian-bagian mikroskop dan fungsinya“.

Jenis-jenis Mikroskop

Berikut ini adalah beberapa jenis mikroskop yang harus anda ketahui, diantaranya yaitu sebagai berikut :

1. Mikroskop Cahaya

Gambar Mikroskop Cahaya
Gambar Mikroskop Cahaya

Mikroskop cahaya adalah jenis mikroskop yang menggunakan cahaya yang dilewati melalui objek untuk memperbesarnya. Mikroskop cahaya terdiri dari lensa pembesar yang digunakan untuk memfokuskan cahaya pada objek, dan mekanisme untuk mengatur jarak fokus dan posisi objek. Ada dua jenis utama mikroskop cahaya: mikroskop optik kompund dan mikroskop optik sederhana. Mikroskop optik kompound terdiri dari beberapa lensa yang digunakan untuk memperbesar objek, sementara mikroskop optik sederhana hanya memiliki satu lensa. Mikroskop cahaya digunakan dalam berbagai bidang, termasuk biologi, kimia, dan material science.

2. Mikroskop Elektron

Gambar Mikroskop Elektron
Gambar Mikroskop Elektron

Mikroskop elektron adalah jenis mikroskop yang menggunakan elektron yang diaccelerasi melalui anoda untuk memperbesar objek. Elektron yang diaccelerasi diteruskan melalui objek dan diperkuat oleh lensa elektron untuk membuat gambar yang dapat dilihat pada layar atau film. Mikroskop elektron dibedakan menjadi dua jenis yaitu mikroskop elektron trasmisi (TEM) dan mikroskop elektron scanning (SEM). Pada TEM, elektron dilewatkan melalui objek untuk membuat gambar potongan melintang, sementara pada SEM elektron diembuskan pada permukaan objek untuk membuat gambar permukaan. Mikroskop elektron digunakan dalam berbagai bidang, seperti biologi, kimia, fisika, dan teknologi material. Dengan resolusi yang sangat tinggi, mikroskop elektron digunakan untuk mengamati struktur atom dan molekuler dari bahan.

3. Mikroskop Scanning Probe

Gambar Mikroskop Scanning Probe
Gambar Mikroskop Scanning Probe

Mikroskop scanning probe (SPM) adalah jenis mikroskop yang menggunakan sond yang dipindahkan secara mekanis di atas permukaan objek untuk membuat gambar dengan resolusi yang sangat tinggi. Sond ini terdiri dari ujung yang sangat kecil, yang dapat berinteraksi dengan permukaan objek dengan menyentuh atau menempel pada permukaan. Sond ini dapat digunakan untuk mengukur kekenyalan, potensial listrik, atau elektronik dari permukaan objek. SPM terdiri dari beberapa jenis, seperti scanning tunneling microscope (STM) dan atomic force microscope (AFM). STM menggunakan efek tunneling untuk mengukur jarak antara sond dan permukaan objek, sementara AFM menggunakan gaya tarik-menolak antara sond dan permukaan untuk mengukur kekenyalan permukaan. Mikroskop scanning probe digunakan dalam berbagai bidang, seperti biologi, kimia, fisika, dan teknologi material.

Nah itulah beberapa jenis-jenis mikroskop yang dapat admin uraikan diatas, selanjutnya berikut ini adalah tentang bagaimana cara merawatnya.

Cara merawat Mikroskop

Berikut ini adalah cara untuk merawat mikroskop yang baik dan benar sesuai dengan jenis-jenis mikroskop yang sudah di uraikan diatas, diantaranya yaitu sebagai berikut :

1. Bagaiman cara merawat Mikroskop Cahaya

Beberapa cara untuk merawat mikroskop cahaya meliputi:

  1. Bersihkan lensa dengan lensa cleaning solution dan kain khusus yang halus. Jangan gunakan air atau tisu kertas karena dapat menyebabkan goresan pada lensa.
  2. Pastikan lensa dan komponen lainnya dalam kondisi baik dan bebas dari debu atau kotoran.
  3. Jangan menyentuh lensa dengan tangan yang kotor atau berminyak, karena dapat menyebabkan goresan atau kabut pada lensa.
  4. Jangan membuka atau memodifikasi bagian internal mikroskop tanpa bantuan profesional.
  5. Jangan mengubah posisi atau kondisi mikroskop secara berlebihan, karena dapat menyebabkan kerusakan pada mekanisme atau lensa.
  6. Jangan menyimpan mikroskop di tempat yang lembab atau berdebu.
  7. Gunakan mikroskop sesuai dengan petunjuk dan perhatikan semua peringatan keselamatan yang diberikan.
  8. Bawa mikroskop ke perawatan rutin oleh profesional jika diperlukan.

2. Bagaimana cara merawat Mikroskop Elektron

Beberapa cara untuk merawat mikroskop elektron meliputi:

  1. Bersihkan lensa dan komponen lainnya dengan bantuan teknisi yang berpengalaman. Jangan mencoba membersihkan lensa atau komponen lainnya sendiri karena dapat menyebabkan kerusakan.
  2. Pastikan sumber daya listrik dan grounding yang stabil, dan periksa kondisi kabel dan koneksi secara berkala.
  3. Jangan mengubah atau memodifikasi bagian internal mikroskop tanpa bantuan teknisi yang berpengalaman.
  4. Jangan menyentuh elektron guna dengan tangan yang kotor atau berminyak, karena dapat menyebabkan kerusakan pada elektron guna.
  5. Jangan menyimpan mikroskop elektron di tempat yang lembab atau berdebu.
  6. Gunakan mikroskop elektron sesuai dengan petunjuk dan perhatikan semua peringatan keselamatan yang diberikan.
  7. Bawa mikroskop ke perawatan rutin oleh teknisi yang berpengalaman jika diperlukan.
  8. Jangan melakukan perbaikan atau pengubahan pada mikroskop tanpa diketahui oleh teknisi yang berpengalaman.
  9. Jangan melakukan percobaan dengan sample yang berbahaya tanpa peralatan dan prosedur yang sesuai.

3. Bagaimana cara merawat Mikroskop Scanning Probe

Beberapa cara untuk merawat mikroskop scanning probe (SPM) meliputi:

  1. Bersihkan sond dengan bantuan teknisi yang berpengalaman, jangan mencoba membersihkan sond sendiri karena dapat menyebabkan kerusakan.
  2. Pastikan sumber daya listrik dan grounding yang stabil, dan periksa kondisi kabel dan koneksi secara berkala.
  3. Jangan mengubah atau memodifikasi bagian internal mikroskop tanpa bantuan teknisi yang berpengalaman.
  4. Jangan menyentuh sond dengan tangan yang kotor atau berminyak, karena dapat menyebabkan kerusakan pada sond.
  5. Jangan menyimpan mikroskop di tempat yang lembab atau berdebu.
  6. Gunakan mikroskop sesuai dengan petunjuk dan perhatikan semua peringatan keselamatan yang diberikan.
  7. Bawa mikroskop ke perawatan rutin oleh teknisi yang berpengalaman jika diperlukan.
  8. Jangan melakukan perbaikan atau pengubahan pada mikroskop tanpa diketahui oleh teknisi yang berpengalaman.
  9. Jangan melakukan percobaan dengan sample yang berbahaya tanpa peralatan dan prosedur yang sesuai.
  10. Sesuaikan setiap pengaturan dan kondisi operasional sesuai dengan spesifikasi sample dan jenis pengukuran yang akan dilakukan.

Nah itulah beberapa tips untuk merawat mikroskop dari berbagai jenis mikroskopnya yang baik dan benar, dan selanjutnya disini saya akan menjelaskan tentang bagaimana cara penggunaannya, untuk lebih jelasnya silahkan lihat dibawah ini.

Cara menggunakan Mikroskop

Berikut ini adalah tutorial atau cara menggunakan mikroskop yang benar sesuai jenis-jenis mikroskopnya, diantaranya yaitu sebagai berikut :

1. Cara menggunakan Mikroskop Cahaya

Beberapa langkah untuk menggunakan mikroskop cahaya meliputi:

  1. Pastikan mikroskop terletak pada permukaan yang stabil dan datar, dan pastikan lampu cahaya dalam kondisi baik dan dinyalakan.
  2. Siapkan objek yang akan diamati, dan pastikan objek tersebut dalam kondisi yang baik dan cukup terang.
  3. Posisikan objek di atas plat objek, dan sesuaikan posisi objek sesuai dengan jenis objek dan jenis pengukuran yang akan dilakukan.
  4. Sesuaikan jarak fokus dengan mengatur knob jarak fokus, dan pastikan objek terlihat jelas dan terfokus.
  5. Sesuaikan kecerahan cahaya dengan mengatur knob kecerahan cahaya, dan pastikan cahaya yang masuk ke objek cukup terang namun tidak terlalu terang.
  6. Sesuaikan posisi objek dan jarak fokus sesuai dengan kebutuhan pengukuran, dan pastikan objek terlihat jelas dan terfokus.
  7. Jika memerlukan, gunakan lensa pembesar tambahan untuk memperbesar objek lebih jauh.
  8. Setelah selesai menggunakan mikroskop, pastikan untuk membersihkan lensa dan komponen lainnya sesuai dengan petunjuk perawatan.

2. Cara menggunakan Mikroskop Elektron

Untuk menggunakan mikroskop elektron, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Pastikan bahwa mikroskop elektron telah diinstal dan dikalibrasi dengan benar sebelum digunakan.
  2. Pilih sampel yang akan diteliti dan siapkan untuk pemindahan ke dalam mikroskop elektron.
  3. Pasang sampel di atas platen dan pastikan sampel benar-benar terikat dengan baik.
  4. Nyalakan mikroskop elektron dan pastikan bahwa semua peralatan yang dibutuhkan dalam posisi yang benar.
  5. Pilih jenis pembesaran yang diinginkan dan atur lensa.
  6. Pastikan kondensor dan pembesar sudah diatur dengan benar
  7. Hidupkan sumber daya elektron dan atur tegangan.
  8. Lihat sampel di bawah mikroskop dan periksa dengan cermat.
  9. Jika diperlukan, ambil gambar sampel dengan kamera CCD atau film.
  10. Matikan mikroskop elektron dan bersihkan sampel dan peralatan setelah digunakan.

Perlu diingat bahwa penggunaan mikroskop elektron memerlukan pelatihan dan pengalaman yang cukup karena peralatan ini sangat sensitif dan mahal.

3. Cara menggunakan Mikroskop Scanning Probe

Untuk menggunakan mikroskop scanning probe, berikut adalah beberapa langkah yang harus diikuti:

  1. Pastikan bahwa mikroskop scanning probe telah diinstal dan dikalibrasi dengan benar.
  2. Persiapkan sample yang akan diamati. Jika perlu, sample harus dibersihkan dan dipersiapkan dengan benar sebelum diukur.
  3. Pasang sample pada pemegang sample dan pastikan sample terpasang dengan benar.
  4. Pilih jenis sonde yang akan digunakan dan pasang sonde pada mikroskop scanning probe.
  5. Atur resolusi dan skala yang diinginkan untuk pengukuran.
  6. Jalankan pengukuran dengan menggerakkan sonde di atas sample dengan mengontrol pergerakan x, y, dan z.
  7. Analisis data yang diperoleh dari pengukuran.
  8. Setelah selesai, pastikan untuk membersihkan mikroskop scanning probe dan sonde yang digunakan.

Perlu diingat bahwa setiap jenis mikroskop scanning probe mungkin memiliki instruksi yang berbeda untuk menggunakannya, sehingga sebaiknya mengikuti instruksi yang diberikan oleh pabrik untuk menggunakan mikroskop tersebut dengan benar.

Prinsip kerja Mikroskop

Berikut ini adalah beberapa prinsip atau cara kerja mikroskop dari berbagai jenis diatas, diantaranya yaitu sebagai berikut :

1. Prinsip kerja Mikroskop Cahaya

Mikroskop cahaya adalah alat yang digunakan untuk memperbesar gambar benda yang sangat kecil, seperti sel, virus, bakteri, dll. Prinsip kerja mikroskop cahaya adalah dengan menggunakan lensa yang memperbesar gambar benda tersebut, dan menggunakan cahaya sebagai sumber penerangan. Benda yang akan diperiksa diletakkan di atas plat transparan, kemudian cahaya dari lampu yang berada di bawah plat transparan akan masuk ke dalam lensa objektif dan lensa ocular, sehingga gambar benda tersebut akan terlihat jauh lebih besar dari ukuran aslinya.

2. Prinsip kerja Mikroskop Elektron

Mikroskop elektron adalah alat yang digunakan untuk memperbesar gambar benda yang sangat kecil, seperti atom, molekul, dll. Prinsip kerja mikroskop elektron adalah dengan menggunakan sinar elektron sebagai sumber penerangan dan lensa elektron sebagai sistem pembesaran. Sinar elektron dari sumber elektron diacu pada benda yang akan diperiksa, kemudian elektron yang digunakan sebagai penerangan akan diacu oleh lensa elektron dan akan diwujudkan dalam bentuk gambar. Karena elektron lebih kecil dibandingkan dengan cahaya, maka benda yang dapat diperiksa dengan mikroskop elektron akan lebih kecil dibandingkan dengan benda yang dapat diperiksa dengan mikroskop cahaya.

3. Prinsip kerja Mikroskop Scanning Probe

Mikroskop scanning probe (SPM) adalah jenis mikroskop yang digunakan untuk mengamati benda yang sangat kecil, seperti atom dan molekul, dengan ukuran yang sangat akurat. Prinsip kerja SPM adalah dengan menyentuh atau “menyapu” permukaan benda yang akan diperiksa dengan menggunakan sebuah sond atau probe yang sangat kecil dan mengukur variasi dalam gaya atau potensial elektrik yang dihasilkan oleh probe tersebut saat bersentuhan dengan permukaan benda. Informasi ini kemudian digunakan untuk membuat gambar tridimensional dari permukaan benda yang diperiksa dengan ukuran yang sangat akurat. Ada beberapa jenis SPM yang berbeda, seperti scanning tunneling microscope (STM) dan atomic force microscope (AFM), yang masing-masing mengukur gaya elektronik dan gaya mekanik.

Kelebihan dan kekurangan Mikroskop

Dan yang terakhir berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari jenis-jenis mikroskop tersebut, diantaranya yaitu sebagai berikut :

1. Kelebihan dan kekurangan Mikroskop Cahaya

Kelebihan Mikroskop Cahaya:

  • Dapat digunakan untuk mengamati seluruh jenis spesimen (organik, anorganik, hidup, mati)
  • Tidak memerlukan preparat khusus atau prosedur yang rumit untuk mengamati spesimen
  • Dapat digunakan untuk mengamati struktur yang sangat halus dengan resolusi tinggi
  • Dapat digunakan untuk mengamati spesimen yang transparan

Kekurangan Mikroskop Cahaya:

  • Dapat mengalami distorsi pada spesimen yang tidak rata
  • Dapat mengalami kesulitan dalam mengamati spesimen yang tidak transparan
  • Dapat mengalami kesulitan dalam mengamati spesimen yang sangat kecil atau tidak dapat dilihat dengan mata telanjang
  • Dapat mengalami kesulitan dalam mengamati spesimen yang sangat tebal atau sangat tipis.

2. Kelebihan dan kekurangan Mikroskop Elektron

Kelebihan Mikroskop Elektron:

  • Dapat menghasilkan gambar dengan resolusi tinggi yang lebih baik daripada mikroskop cahaya
  • Dapat mengamati spesimen yang sangat kecil dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang
  • Dapat mengamati spesimen yang tidak transparan
  • Dapat mengamati spesimen yang sangat tebal atau sangat tipis
  • Dapat mengamati spesimen yang mengandung unsur logam atau yang tidak dapat dilihat dengan mikroskop cahaya

Kekurangan Mikroskop Elektron:

  • Hanya dapat digunakan untuk mengamati spesimen yang telah di-preparasi terlebih dahulu dengan cara yang rumit dan memakan waktu lama
  • Spesimen harus di-vakum untuk menghindari interaksi dengan udara
  • Dapat mengalami distorsi pada spesimen yang tidak rata
  • Dapat mengalami kesulitan dalam mengamati spesimen yang hidup
  • Biaya perawatan dan operasional yang tinggi.

3. Kelebihan dan kekurangan Mikroskop Scanning Probe

Kelebihan Mikroskop Scanning Probe:

  • Dapat menghasilkan gambar dengan resolusi tinggi yang sangat baik, bahkan dapat mencapai skala atom
  • Dapat mengamati spesimen yang sangat kecil dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang
  • Dapat mengamati spesimen yang tidak transparan
  • Dapat mengamati spesimen yang sangat tebal atau sangat tipis
  • Dapat mengamati spesimen yang mengandung unsur logam atau yang tidak dapat dilihat dengan mikroskop cahaya
  • Dapat digunakan untuk mengukur permukaan spesimen dengan tingkat presisi yang tinggi
  • Dapat digunakan untuk mengamati spesimen yang bergerak atau berubah secara dinamis
  • Dapat digunakan untuk mengamati spesimen dalam lingkungan yang kontrol

Kekurangan Mikroskop Scanning Probe:

  • Hanya dapat digunakan untuk mengamati spesimen yang telah di-preparasi terlebih dahulu dengan cara yang rumit dan memakan waktu lama
  • Spesimen harus di-vakum atau dalam lingkungan yang kontrol
  • Dapat mengalami distorsi pada spesimen yang tidak rata
  • Biaya perawatan dan operasional yang tinggi.
  • Dapat mengalami kesulitan dalam mengamati spesimen yang hidup
  • Beberapa jenis SPM memerlukan sample yang dilapisi dengan material konduktor.

Nah mungkin itu saja yang dapat Blog Lab sampaikan kepada anda tentang penjelasan mikroskop, mudah-mudahan artikel diatas dapat memberikan informasi yang sangat bermanfaat khususnya bagia teman-teman yang belum mengetahui tentang mikroskop.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *