Garam: Sifat, Jenis, Manfaat, Cara Membuat dan Contohnya

oleh | Feb 1, 2023 | Kimia

Garam merupakan bagian dari senyawa ionik yang terdiri dari dua ion bermuatan, yaitu ion positif (Na+) dan ion negatif (Cl-). Proses pembentukan garam terjadi ketika asam dan basa bercampur dalam proporsi yang sama dan saling menetralkan, membentuk garam dan air. Garam alami ditemukan di air laut dan diperoleh melalui penguapan air laut.

Di negara-negara maritim, garam laut masih menjadi sumber utama garam. Garam memiliki banyak kegunaan, seperti untuk memasak, produksi pasta gigi, plastik, sabun, pemutih, dll. pH garam bernilai 7, sehingga sifatnya netral dan tidak bersifat asam maupun basa.

Garam
Contoh Gambar Garam

Garam

Arti kata “garam” berbeda antara penggunaan sehari-hari dan ilmu kimia. Dalam memasak, istilah “garam” mengacu pada garam meja yang terdiri dari natrium klorida atau NaCl. Ini berarti bahwa setiap gram garam terdiri sekitar 40% (39,337%) natrium (Na) dan lebih dari 60% (60,663%) klorida (Cl).

Pengertian Garam

Garam terbentuk dari reaksi antara asam dan basa, yang menghasilkan ion positif (kation) basa dan ion negatif (anion) asam. Proses ini disebut reaksi netralisasi.

Pada penggunaan umum, istilah “garam” juga bisa digunakan untuk merujuk kepada garam meja biasa, yaitu natrium klorida. Ketika dalam bentuk cair atau larutan, garam akan terdisosiasi menjadi ion bermuatan positif dan negatif dan memiliki sifat sebagai elektrolit yang baik (konduktor listrik).

Pengertian Garam Menurut Para Ahli

Menurut ahli kimia, garam adalah senyawa ionik yang terbentuk dari reaksi antara asam dan basa, menghasilkan ion positif dan ion negatif. Garam dikenal sebagai elektrolit yang baik dan dapat memconduct listrik.

Menurut ahli gizi, garam adalah zat penting bagi kesehatan manusia, tetapi juga bisa berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Garam memiliki peran dalam mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh, tetapi juga dapat menyebabkan hipertensi jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.

Menurut ahli sejarah, garam memiliki peran penting dalam peradaban manusia. Garam digunakan sebagai bahan pengawet makanan sejak zaman dahulu dan dianggap sebagai komoditas yang sangat berharga. Dalam sejarah, garam juga digunakan sebagai mata uang dan sebagai alat tukar.

Menurut Kamus Collins, garam didefinisikan sebagai zat dengan rasa kuat yang berupa bubuk putih atau kristal dan digunakan untuk meningkatkan rasa makanan atau sebagai pengawet. Garam terdapat secara alami di air laut.

Menurut Kamus Merriam-Webster, garam didefinisikan sebagai senyawa kristal NaCl yang terdiri dari natrium klorida, banyak terdapat di alam, dan umumnya digunakan untuk membumbui atau mengawetkan makanan atau dalam industri.

Sifat Garam

Ada beberapa hal penting mengenai sifat garam yang perlu diketahui, seperti:

  • Garam terdiri dari natrium dan klorin.
  • Garam memiliki ion bermuatan negatif (OH-) dan ion bermuatan positif (H+), yang terikat satu sama lain melalui gaya tarik elektrostatik yang disebut ikatan ion.
  • Senyawa ionik memiliki muatan netral karena jumlah ion bermuatan positif dan negatif sama.
  • Air asin adalah konduktor listrik yang baik.
  • Garam memiliki sifat ionik karena adanya ion.
  • Garam bersifat padat, keras, dan berbentuk kristal.
  • Warna garam putih, tidak berbau, dan memiliki rasa asin.
  • Semua garam seperti kalium (K), amonium (NH4+), dan natrium (Na) larut dalam air.
  • Nitrit, nitrat, dan bikarbonat juga dapat larut dalam air.
  • Namun, oksida logam, karbonat logam, hidroksida, fosfat, dan sulfida tidak larut dalam air.

Jenis Garam

Berikut ini terdapat beberapa macam jenis garam yang dapat anda ketahui, diantaranya:

1. Garam biasa (Normal salt)

“Jenis garam Normal Netral” terbentuk melalui reaksi antara asam dan basa, dan tidak memiliki hidrogen atau hidroksil yang dapat diganti dalam rumus mereka. Ion logam sepenuhnya menggantikan ion hidrogen. Contohnya adalah NaCl, KNO3, CuSO4, dan sebagainya.

2. Garam dasar (Basic salt)

Garam terbentuk melalui penggantian parsial radikal hidroksil dari basa diatau atau basa triatik dengan radikal asam. Jenis asam ini terdiri dari hidroksil, kation berikatan logam, dan anion asam. Contoh garam jenis ini meliputi Basis klorida seng, Basis klorida magnesium, dan ZnOHCL.

3. Garam asam (Acidic salt)

Jika asam memiliki lebih dari satu hidrogen, dan hanya sebagian saja yang digantikan oleh basa, maka garam yang terbentuk akan memiliki sifat asam. Ini karena hanya sebagian dari hidrogen asam yang digantikan oleh logam. Contoh garam jenis ini meliputi NaHSO4, NaHS, dan NaHCO3.

4. Garam ganda (Double salt)

Garam ganda terdiri dari lebih dari satu jenis kation atau anion. Ini adalah garam kristal dengan komposisi campuran dari dua garam sederhana yang memiliki struktur kristal yang berbeda. Contoh garam jenis ini termasuk bromlite, potassium sodium tartrate, dan aluminium sulfacetate.

5. Garam campur (Mixed salt)

Garam campuran terdiri dari kombinasi dari lebih dari satu jenis asam dan/atau basa. Contohnya, natrium kalium sulfat, bubuk pemutih, dan berbagai jenis lainnya.

6. Garam kompleks (Complex salt)

Garam kompleks terdiri dari penggabungan garam sederhana melalui proses pengendapan dari larutan jenuh. Hasilnya adalah kristal yang mirip dengan garam ganda. Contoh garam kompleks seperti Sodium perak sianida dan kalium merkuri iodida.

Manfaat Garam

Perlu anda ketahui bahwa garam tersebut mempunyai banyak sekali manfaatnya, dan berikut apa saja manfaat dari garam diantaranya yaitu:

1. Garam meja untuk memasak

Penggunaan garam yang paling familiar tentunya adalah sebagai bahan pada memasak. Tubuh manusia tidak mampu menghasilkan garam sendiri, sehingga harus memperoleh sumber garam melalui makanan untuk memenuhi asupan harian yang dibutuhkan.

Garam juga memegang peran penting dalam pembuatan banyak jenis makanan. Selain memiliki fungsi sebagai pengawet dan pemberi rasa, garam juga berperan dalam memastikan konsistensi dan tekstur makanan, seperti roti dan keju.

2. Garam untuk keperluan industri kimia

Mungkin kurang dikenal bahwa industri kimia merupakan konsumen garam terbesar. Garam bertindak sebagai bahan dasar untuk produksi klorin dan soda kaustik melalui proses elektrolisis air garam.

Garam kimia menjadi bahan dasar utama bagi produksi klorin yang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi industri seperti pembuatan pulp dan kertas, tekstil, aditif minyak bumi, pewarna. Klorin sendiri juga merupakan disinfektan yang sangat efektif.

3. Pengolahan air dan berdampak pada efisiensi energi

Air yang keras atau “air sadah” adalah air yang mengandung mineral terlarut seperti kalsium dan magnesium yang tidak terlihat. Masalah yang ditimbulkan oleh air keras dapat diatasi dengan menggunakan sistem pelunak air.

Pelunak air bekerja melalui proses pertukaran ion. Air melewati banyak partikel resin kecil yang memiliki muatan negatif dan memikat mineral-mineral keras seperti kalsium dan magnesium. Setelah itu, resin dibersihkan dari mineral dan digunakan kembali.

Garam sangat penting untuk proses regenerasi dari resin penukar ion. Pelunak air membantu meningkatkan efisiensi dan memperpanjang masa pakai peralatan energi. Dengan demikian, garam membantu menghemat konsumsi energi dan mencegah kerusakan peralatan.

Contoh Garam

Zat kristal putih yang sering ditemukan dalam masakan seperti kentang goreng adalah salah satu bentuk garam. Para ahli kimia menyebut bahwa garam adalah molekul ionik yang terdiri dari asam dan basa yang larut dalam air, menghasilkan ion.

Walaupun garam biasanya bersifat netral, namun bila dilarutkan dalam air, garam dapat menghasilkan larutan asam atau basa, tergantung pada kekuatan ion komponen mana yang lebih kuat. Jika kedua ion memiliki kekuatan yang sama, larutannya bersifat netral. Beberapa contoh garam yang mungkin tidak terkenal adalah:

1. Natrium klorida

Natrium klorida (NaCl) adalah jenis garam yang paling umum dalam kehidupan kita. Dikenal sebagai garam meja, ini membentuk kisi kubik ketika dalam bentuk padat. Ini adalah salah satu bahan yang paling aman yang dapat kita gunakan di kelas kimia atau dapur.

Kation Na+ dikenal sebagai asam karena merupakan penerima pasangan elektron. Namun, ini adalah asam yang sangat lemah karena radius yang besar dan muatan yang rendah. Anion Cl- mungkin dikenal sebagai bagian dari asam klorida (HCl). Muatan ion Cl- sangat lemah, sehingga netral. Saat dilarutkan dalam air, NaCl akan menghasilkan larutan netral.

2. Kalium Dikromat

Potassium Dichromate (K2Cr2O7) adalah garam oranye yang terdiri dari kalium, kromium, dan oksigen. Beracun bagi manusia dan berbahaya sebagai pengoksidasi kebakaran. Tidak boleh dibuang, harus dicuci dengan banyak air di saluran pembuangan.

Gunakan selalu sarung tangan karet saat menangani. Jika tumpahan larutan potassium dichromate terkena kulit, akan menimbulkan luka bakar kimia. Ingat bahwa senyawa apapun yang mengandung kromium berpotensi menjadi karsinogen.

3. Kalsium Klorida

Kalsium klorida (CaCl2) mirip dengan garam meja dengan warna putihnya. Ini lebih efektif sebagai deicer dibandingkan natrium klorida karena menghasilkan tiga ion, sedangkan natrium klorida hanya menghasilkan dua ion. Kalsium klorida mampu membekukan es hingga minus 25 derajat F, sebanyak 10 derajat lebih rendah dari natrium klorida.

Kalsium klorida sangat higroskopis, yaitu kemampuannya untuk menyerap air, sehingga jika dibiarkan di ruangan terbuka, bisa menyerap cukup air dari udara untuk larut dengan sendirinya.

Cara Membuat Garam

Membuat garam dengan cara tradisional dapat dilakukan dengan peralatan yang sederhana. Hal-hal yang dibutuhkan adalah lahan yang luas untuk proses penguapan dan alat untuk mengalirkan/menyiramkan air laut ke tempat penguapan.

1. Mengalirkan Air Laut ke Tempat yang Luas

Tempat luas yang biasanya digunakan adalah berupa sepetak tanah dengan persiapan khusus. Tempat tersebut digunakan untuk menampung air laut yang akan dipanaskan dengan sinar matahari (penguapan). Prosesnya adalah sebagai berikut:

  1. Air dimasukkan ke dalam tempat penampungan dengan cara ditimba menggunakan jerigen atau dengan memanfaatkan pasang surut air laut
  2. Apabila menggunakan pasang surut air laut, tanah diposisikan tidak terlalu tinggi dari air laut.
  3. Ketika air sedang pasang, penutup dibuka supaya air bisa masuk ke dalam.
  4. Apabila air sedang surut, maka penutup  air ditutup supaya air laut terjebak di dalamnya.

2. Menjemur di Bawah Terik Matahari

Air yang sudah terkumpul pada lahan petakan tanah selanjutnya dijemur di bawah sinar matahari. Hal ini dilakukan agar air laut dapat menguap dan menyisakan butiran-butiran kristal yang akan menjadi garam.

3. Proses Pemanenan

Dari hasil penguapan air laut, selanjutnya akan menyisakan garam untuk dipanen. Petani garam kemudian mengumpulkan dan mengambil hasil panen untuk dijual di pasaran.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang diberikan, dapat dikatakan bahwa garam dalam kimia terdiri dari natrium klorida, salah satu jenis garam dari banyak jenis lainnya. Garam hadir dalam jumlah besar di air laut, yang merupakan mineral utama dalam air laut. Laut terbuka memiliki sekitar 35 gram zat padat per liter air dengan salinitas sebesar 3,5%.

Ada bukti paling awal tentang pengolahan garam sekitar 6.000 SM, ketika orang yang tinggal di wilayah Rumania memasak air untuk mengekstrak garam. Pabrik garam pertama kali ditemukan di Cina pada periode yang sama. Garam juga penting bagi orang Ibrani kuno, Yunani, Romawi, Bizantium, Het, Mesir, dan India.

Garam menjadi barang dagang yang penting dan dikirim dengan perahu melalui Laut Mediterania, melalui jalan garam khusus, dan melalui Sahara dengan karavan unta. Langka dan permintaan universal terhadap garam membuat negara berperang untuk memperebutkannya dan menggunakannya untuk meningkatkan pendapatan pajak.

Oleh karena itu, garam dapat diterima langsung dari air laut atau air asin alami, atau dari endapan garam batu. Ada setidaknya tiga metode ekstraksi garam: penguapan matahari, penambangan garam batu, dan penambangan larutan. Masing-masing memerlukan teknologi tertentu dan produsen garam memilih metode yang paling sesuai berdasarkan topografi dan situasi ekonomi sosial di wilayah operasi mereka.

Demikianlah artikel yang kami sajikan untuk para pembaca, berisi tentang pengertian garam menurut ahli, sifat, jenis, manfaat, cara membuat garam, dan contoh. Kami berharap memberikan manfaat dan edukasi bagi pembaca yang sedang membutuhkan informasi tersebut.

Bagikan ini ke:
Tag: Garam
<a href="https://bloglab.id/author/bloglab/" target="_self">Erwin Widianto</a>

Erwin Widianto

Content Creator

Saya adalah seorang Content Creator dan SEO Spesialist yang berasal dari Jawa Barat, Indonesia yang memulai karir di bidang Digital Marketing sejak tahun 2017 hingga sekarang.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×