Cara Penggunaan Laminar Air Flow (LAF)

oleh | Agu 9, 2022 | Laboratorium

Hallo sahabat Blog Laboratroium, apakah anda sedang mencari tahu tentang bagaimana cara penggunaan laminar air flow? Nah jika yang anda cari mengenai hal tersebut anda sudah tepat mengunjungi artikel ini, karena disini admin Blog Laboratorium akan memberikan pembahasan atau tutorial prosedur penggunaan laminar air flow (LAF).

Untuk itu mari kita simak pembahasan tentang cara penggunaan LAF berikut ini, silahkan anda simak baik-baik pembahasannya.

Laminar Air Flow (LAF)

cara penggunaan laminar air flow

Biological Safety Cabinet (BSC) atau Laminar Air Flow atau LAF adalah bangku yang tertutup dengan hati-hati yang dirancang untuk mencegah kontaminasi wafer semikonduktor, sampel biologis, atau bahan sensitif partikel apa pun. Udara ditarik melalui filter HEPA dan ditiup dalam aliran laminar yang sangat halus ke arah pengguna.

Sumber: Wikipedia

Prinsip kerja

Prinsip kerja Laminar Air Flow (LAF) yaitu alat sterilisasi menggunakan prinsip pemanasan dengan sinar UV dan bekerja secara aseptis dengan pola pengaturan dan penyaringan aliran udara.

Fungsi alat

Lalu berikut ini adalah beberapa fungsi laminar air flow diantaranya yaitu untuk mengamankan pekerja yang bekerja dengan sampel material, lingkungan kerja dan sampel material dari kemungkinan bahaya terkontaminasi atau menimbulkan penyebaran bakteri atau virus yang bersifat patogen.

Bagian-bagian alat

Dan silahkan anda lihat berikut ini adalah beberapa contoh bagian-bagian dari laminar air flow yang di sajikan melalui gambar berikut ini:

cara penggunaan laminar air flow
Gambar bagian depat
cara penggunaan laminar air flow
Gambar Tombol Pengaturan
cara penggunaan laminar air flow
Gambar Pedal Pengatur Pintu BSC

Cara penggunaan

Nah berikut ini adalah tentang cara penggunaan laminar air flow (LAF) diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Hubungkan alat dengan sumber listrik.
  2. Buka kunci dengan memutar kunci kearah kanan.
  3. Tekan tombol power.
  4. Nyalakan lampu UV (penggunaan normal 30 menit), pengaturan ulang menggunakan remote control.Setelah 30 menit lampu UV akan mati.
  5. Nyalakan lampu kerja.
  6. Buka pintu BSC dengan cara menekan tombol panah ke atas sampai tanda garis kuning atau dengan menekan pedal berwarna merah.
  7. Nyalakan blower (kipas).
  8. Masukkan peralatan kerja (alat dan bahan) yang ingin dikerjakan dan mulailah bekerja.
  9. Setelah selesai bekerja matikan blower.
  10. Tutup pintu BSC dengan menekan tombol panah ke bawah sampai pintu tertutup atau dengan menekan pedal berwarna hitam.
  11. Matikan lampu dan nyalakan lampu UV (penggunaan normal 30 menit), pengaturan ulang menggunakan remote control.
  12. Setelah lampu UV mati, matikan alat dengan menekan tombol power.
  13. Tutup pengunci alat dengan cara memutar kunci ke arah kiri.
  14. Terakhir, lepaskan hubungan arus listrik.

Cara Kalibrasi

Lalu bagaimana cara melakukan kalibrasinya? Nah berikut ini adalah langkah-langkah untuk melakukan kalibrasi laminar air flow (LAF) diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Bawah aliran Velocity Profil Test: Tes ini dilakukan untuk mengukur kecepatan udara bergerak melalui ruang kerja kabinet, dan harus dilakukan pada semua kelas II BSCs.
  • Inflow Velocity Test: Tes ini dilakukan untuk menentukan kecepatan dihitung atau langsung diukur melalui akses pembukaan pekerjaan, untuk memverifikasi set point rata-rata kecepatan arus masuk nominal dan untuk menghitung tingkat volume yang knalpot aliran udara.
  • Airflow Pola Asap Test: Tes ini dilakukan untuk menentukan apakah: (1) aliran udara sepanjang seluruh perimeter pembukaan akses kerja ke dalam; (2) jika aliran udara di dalam area kerja ke bawah tanpa titik mati atau refluks; (3) jika udara ambien melewati ke atau di atas permukaan kerja; dan (4) jika tidak ada melarikan diri ke luar kabinet di sisi dan atas jendela. Tes asap merupakan indikator arah aliran udara, tidak kecepatan.
  • HEPA Filter Leak Test: Tes ini dilakukan untuk menentukan integritas pasokan dan knalpot HEPA filter, perumahan filter dan filter pemasangan frame sementara kabinet dioperasikan pada kecepatan set point nominal.
  • Kabinet Integritas Test (A1 Lemari saja): Tes tekanan holding ini dilakukan untuk menentukan apakah permukaan eksterior semua ventilasi, las, gasket dan penetrasi pleno atau segel bebas dari kebocoran.

Nah mungkin itu saja yang dapat admin sampaikan kepada anda mengenai tata cara penggunaan laminar air flow (LAF) yang baik dan benar, setelah anda membaca artikel ini mudah-mudahan dapat memberikan ilmu yang baru dari blog laboratorium ini. Terimakasih.

Artikel ini dikutip dari sumber berikut: https://www.academia.edu/36667306/Laporan_Instrumentasi

Bagikan ini ke:
<a href="https://bloglab.id/author/bloglab/" target="_self">Erwin Widianto</a>

Erwin Widianto

Content Creator

Saya adalah seorang Content Creator dan SEO Spesialist yang berasal dari Jawa Barat, Indonesia yang memulai karir di bidang Digital Marketing sejak tahun 2017 hingga sekarang.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×