Batu Bara: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Manfaatnya

oleh | Mei 10, 2023 | Industrial Hygiene, Kimia

Pada kesempatan kali ini disini Blog Lab akan menjawab pertanyaan dari anda yaitu tentang apa itu batu bara? Jadi, Batu bara merupakan salah satu sumber daya alam yang berupa batuan sedimen yang terbentuk dari proses pengendapan fosil tumbuhan. Batu bara terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang mati dan terkubur dalam tanah selama jutaan tahun yang lalu. Proses terbentuknya batu bara melalui tahap-tahap diantaranya pembentukan gambut, pembatuan, dan perubahan bentuk yang terjadi akibat tekanan dan suhu yang tinggi.

Fungsi Batu Bara

Batu bara memiliki berbagai fungsi yang sangat penting dalam kehidupan manusia, terutama dalam sektor industri. Berikut adalah beberapa fungsi batu bara yang perlu diketahui di beberapa industri dibawah ini:

1. Sumber energi

Fungsi batu bara yang paling utama adalah sebagai sumber energi. Batu bara digunakan sebagai bahan bakar untuk menghasilkan listrik, energi panas, dan tenaga mekanik. Di sebagian besar negara, batu bara merupakan sumber energi terbesar dan paling populer dalam menghasilkan listrik. Selain itu, batu bara juga digunakan dalam industri seperti semen, besi dan baja, kimia, dan banyak lagi.

2. Industri besi dan baja

Batu bara digunakan sebagai bahan baku dalam industri besi dan baja. Karena kandungan karbon yang tinggi, batu bara dapat membantu proses pembentukan logam besi dan baja dengan lebih efisien. Proses ini melibatkan peleburan besi dan baja dengan menggunakan batu bara sebagai sumber energi dan bahan pengurang.

3. Industri semen

Batu bara digunakan sebagai bahan bakar utama dalam industri semen. Batu bara digunakan untuk menghasilkan panas yang digunakan dalam proses pembakaran untuk membuat klinker semen. Selain itu, batu bara juga digunakan untuk mengeringkan bahan baku sebelum proses pembakaran.

4. Industri kimia

Batu bara juga digunakan dalam industri kimia sebagai bahan baku untuk menghasilkan berbagai produk seperti plastik, bahan kimia, dan obat-obatan. Batu bara juga digunakan dalam proses produksi pupuk dan pemurnian logam.

5. Transportasi

Batu bara digunakan sebagai bahan bakar untuk menggerakkan mesin-mesin transportasi, seperti kereta api dan kapal laut. Batu bara digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin uap pada kereta api dan kapal laut pada masa lalu. Meskipun sekarang sudah banyak digantikan oleh bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, seperti solar dan gas alam, tetapi penggunaan batu bara masih umum di negara-negara berkembang.

6. Pemanas rumah

Batu bara juga digunakan sebagai sumber bahan bakar untuk pemanas rumah, khususnya pada daerah yang tidak terhubung dengan jaringan listrik. Batu bara dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk tungku dan kompor untuk memasak dan memanaskan ruangan.

7. Industri tekstil

Batu bara digunakan dalam industri tekstil sebagai bahan bakar untuk menghasilkan uap yang digunakan dalam proses pengolahan kain dan pewarnaan.

8. Industri makanan dan minuman

Batu bara juga digunakan dalam industri makanan dan minuman sebagai bahan bakar untuk mesin-mesin produksi, seperti oven dan kulkas.

Nah itulah beberapa fungsi batu bara dalam kehidupan manusia, terutama dalam sektor industri. Meskipun batu bara memberikan manfaat yang besar, penggunaannya juga memiliki dampak negatif terhadap lingkungan, seperti emisi gas rumah kaca yang dapat menyebabkan pemanasan global dan polusi udara. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan teknologi yang lebih ramah lingkungan untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan batu bara.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah:

  1. Mengganti sumber energi
    Upaya paling sederhana dan mudah dilakukan adalah dengan mengganti sumber energi yang digunakan. Saat ini, sudah banyak alternatif sumber energi yang lebih ramah lingkungan, seperti energi matahari, angin, air, dan gas alam. Selain itu, penggunaan teknologi energi nuklir juga dapat menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan batu bara.
  2. Menggunakan teknologi modern
    Penggunaan teknologi modern dapat membantu mengurangi dampak negatif penggunaan batu bara. Contohnya, penggunaan teknologi penangkap karbon (carbon capture) dan penyimpanan karbon (carbon storage) dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari pembakaran batu bara.
  3. Peningkatan efisiensi
    Peningkatan efisiensi penggunaan batu bara dapat membantu mengurangi penggunaan batu bara secara keseluruhan. Misalnya, dengan menggunakan teknologi boiler yang lebih efisien, dapat menghasilkan lebih banyak listrik dengan menggunakan jumlah batu bara yang lebih sedikit.
  4. Mengurangi penggunaan batu bara di sektor non-industri
    Penggunaan batu bara tidak hanya terbatas pada sektor industri, tetapi juga pada sektor non-industri seperti pemanas rumah dan kompor. Pengurangan penggunaan batu bara di sektor ini dapat membantu mengurangi penggunaan batu bara secara keseluruhan.
  5. Mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan
    Pengembangan teknologi yang lebih ramah lingkungan dapat membantu mengurangi dampak negatif dari penggunaan batu bara. Misalnya, pengembangan teknologi bahan bakar cair (liquid fuel) yang berasal dari batu bara dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari penggunaan batu bara.

Penggunaan batu bara memang memberikan manfaat yang besar bagi manusia, terutama dalam sektor industri. Namun, dampak negatif yang dihasilkan dari penggunaan batu bara juga tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi penggunaan batu bara dan mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan untuk mengurangi dampak negatifnya.

Jenis Batu Bara

Batu bara dibedakan menjadi tiga jenis utama berdasarkan kandungan karbon yang dimilikinya, yaitu lignit, bituminus, dan antrasit.

1. Lignit

jenis batu bara Lignit

Batu bara jenis lignit memiliki kandungan karbon paling rendah dari ketiga jenis batu bara tersebut, yaitu sekitar 25% hingga 35%. Batu bara ini terbentuk dari proses pengendapan fosil tumbuhan yang masih segar. Karena kandungan karbonnya yang rendah, lignit lebih mudah terbakar dan lebih banyak menghasilkan emisi polutan. Selain itu, kandungan air dalam lignit juga cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan jenis batu bara lainnya. Hal ini membuat lignit kurang diminati untuk dijadikan bahan bakar.

2. Bituminus

jenis batu bara Bituminus

Batu bara jenis bituminus memiliki kandungan karbon yang lebih tinggi dari lignit, yaitu berkisar antara 45% hingga 86%. Batu bara jenis ini merupakan jenis batu bara yang paling banyak digunakan sebagai bahan bakar di seluruh dunia. Bituminus terbentuk dari fosil tumbuhan yang telah mengalami pengendapan dalam jangka waktu yang lebih lama daripada lignit. Karakteristik bituminus adalah memiliki kadar air yang lebih rendah dibandingkan dengan lignit, sehingga memiliki nilai kalor yang lebih tinggi.

3. Antrasit

jenis batu bara Antrasit

Batu bara jenis antrasit memiliki kandungan karbon tertinggi dari ketiga jenis batu bara tersebut, yaitu berkisar antara 86% hingga 98%. Antrasit merupakan jenis batu bara yang paling sulit terbakar, sehingga memiliki nilai kalor yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis batu bara lainnya. Batu bara jenis ini terbentuk dari fosil tumbuhan yang mengalami pengendapan selama jangka waktu yang sangat lama. Karakteristik antrasit adalah memiliki kadar air yang sangat rendah sehingga emisi yang dihasilkan saat membakar antrasit sangat sedikit.

Selain ketiga jenis batu bara tersebut, terdapat pula jenis batu bara lainnya seperti sub-bituminus, semi-antrasit, dan meta-antrasit. Namun, jenis-jenis tersebut kurang populer dan tidak banyak digunakan di seluruh dunia.

Dalam industri batu bara, kualitas batu bara menjadi salah satu faktor yang sangat penting. Kualitas batu bara ditentukan oleh kandungan karbon, kadar air, kandungan belerang, dan nilai kalor yang dimilikinya. Sebagai contoh, batu bara dengan kandungan karbon yang lebih tinggi dan kadar air yang lebih rendah akan memiliki nilai kalor yang lebih tinggi dan lebih efisien dalam menghasilkan energi dan bahan bakar. Oleh karena itu, dalam memilih jenis batu bara untuk kebutuhan produksi, faktor kualitas sangat perlu diperhatikan agar dapat menghasilkan produk yang optimal dengan biaya produksi yang lebih rendah.

Manfaat Batu Bara

Meskipun memiliki dampak negatif, penggunaan batu bara juga memiliki manfaat yang signifikan. Berikut adalah beberapa manfaat dari penggunaan batu bara:

  1. Sumber energi yang murah dan tersedia dalam jumlah besar
    Batu bara adalah sumber energi yang relatif murah dan tersedia dalam jumlah yang besar. Hal ini membuat batu bara menjadi pilihan utama sebagai sumber energi di banyak negara, terutama di negara-negara berkembang yang membutuhkan sumber energi yang murah dan cukup.
  2. Menghasilkan listrik dalam jumlah besar
    Batu bara merupakan bahan bakar utama dalam pembangkit listrik, karena dapat menghasilkan listrik dalam jumlah besar. Penggunaan batu bara dalam pembangkit listrik juga relatif mudah dilakukan, sehingga banyak negara yang menggunakan batu bara sebagai sumber utama pembangkit listriknya.
  3. Mendukung industri
    Batu bara juga merupakan bahan bakar penting dalam industri, terutama industri yang membutuhkan energi dalam jumlah besar seperti industri baja, semen, dan keramik. Penggunaan batu bara dalam industri dapat membantu mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing industri.
  4. Meningkatkan perekonomian daerah
    Banyak daerah yang memiliki sumber batu bara, sehingga penggunaan batu bara dapat membantu meningkatkan perekonomian daerah. Penggunaan batu bara dalam industri juga dapat membantu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
  5. Sebagai bahan baku dalam produksi beberapa produk
    Selain sebagai sumber energi, batu bara juga dapat digunakan sebagai bahan baku dalam produksi beberapa produk, seperti pupuk, plastik, dan bahan kimia. Penggunaan batu bara sebagai bahan baku ini dapat membantu mengurangi biaya produksi dan meningkatkan efisiensi produksi.
  6. Menunjang sektor transportasi
    Batu bara juga dapat digunakan sebagai sumber energi dalam sektor transportasi, terutama dalam transportasi kereta api. Penggunaan batu bara sebagai sumber energi dalam transportasi kereta api dapat membantu mengurangi biaya operasional dan menjadikan transportasi kereta api lebih efisien.

Penggunaan batu bara memang memiliki manfaat yang signifikan, terutama dalam sektor energi dan industri. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan batu bara juga memiliki dampak negatif yang tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi penggunaan batu bara dan mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan untuk mengurangi dampak negatifnya.

Kesimpulan

Batu bara merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Penggunaan batu bara sebagai sumber energi dan bahan bakar memiliki manfaat yang besar dalam memenuhi kebutuhan manusia. Namun, penggunaan batu bara juga memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengurangi penggunaan batu bara dan beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Nah itulah yang dapat admin sampaikan kepada pembaca tentang pengetahuan di batu bara, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Terimakasih.

Sumber Artikel:
Artikel ini ditulis dengan referensi dari www.pakarkimia.com
Bagikan ini ke:
<a href="https://bloglab.id/author/bloglab/" target="_self">Erwin Widianto</a>

Erwin Widianto

Content Creator

Saya adalah seorang Content Creator dan SEO Spesialist yang berasal dari Jawa Barat, Indonesia yang memulai karir di bidang Digital Marketing sejak tahun 2017 hingga sekarang.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×