Leaf Porometer: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menggunakannya

oleh | Jan 10, 2023 | Lingkungan

Hallo sahabat Blog Lab, di pertemuan kali ini admin akan menjelaskan kepada anda tentang pengenalan alat yang bernama Leaf Porometer, dimana pada pembahasan kali ini akan menjelaskan pengertian Leaf Porometer, fungsi Leaf Porometer, dan juga cara menggunakan Leaf Porometer. Untuk itu berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Pengertian Leaf Porometer

Leaf porometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur laju fotosintesis pada daun tanaman. Ini dilakukan dengan mengukur jumlah oksigen yang dilepaskan oleh daun saat menyerap karbondioksida dari lingkungan sekitar.

Alat ini berguna untuk mengukur kondisi daun dan mengetahui tingkat produktivitas tanaman. Selain itu, leaf porometer juga dapat digunakan untuk mengukur kadar air yang terkandung dalam daun, yang bermanfaat untuk mengetahui tingkat stres yang dialami oleh tanaman.

Fungsi utama Porometer

Fungsi utama porometer adalah untuk mengukur laju fotosintesis pada daun tanaman. Ini dilakukan dengan mengukur jumlah oksigen yang dilepaskan oleh daun saat menyerap karbondioksida dari lingkungan sekitar. Alat ini berguna untuk mengetahui tingkat produktivitas tanaman dan mengukur kondisi daun.

Selain itu, porometer juga dapat digunakan untuk mengukur kadar air yang terkandung dalam daun, yang bermanfaat untuk mengetahui tingkat stres yang dialami oleh tanaman. Porometer juga dapat membantu dalam mengevaluasi respon tanaman terhadap perubahan lingkungan, seperti perubahan suhu atau kelembaban.

Cara menggunakan Porometer

Cara menggunakan porometer tergantung pada tipe porometer yang Anda gunakan. Berikut adalah beberapa langkah umum yang dapat Anda ikuti untuk menggunakan porometer:

  1. Pastikan bahwa alat sudah terkalibrasi dengan benar sebelum digunakan.
  2. Pilih daun yang akan diuji dan pastikan bahwa daun tersebut tidak terlalu kering atau terlalu basah. Daun yang terlalu kering atau terlalu basah akan memberikan hasil yang tidak akurat.
  3. Pasang alat sesuai dengan petunjuk yang disertakan. Biasanya, alat ini terdiri dari sensor yang akan ditempelkan pada daun dengan bantuan karet pengikat.
  4. Nyalakan alat dan pastikan bahwa semua komponen bekerja dengan baik.
  5. Baca hasil yang ditunjukkan oleh alat. Biasanya, porometer akan menunjukkan laju fotosintesis dalam satuan umol oksigen per menit atau l/m2/jam.
  6. Jika Anda selesai menggunakan alat, pastikan untuk membersihkannya dengan baik dan menyimpan alat dengan benar untuk menjaga keakuratan hasil yang diperoleh.

Catatan*

“Penting untuk diketahui, bahwa untuk penggunaan Porometer ini yaitu tergantung dari seri atau jenis alatnya masing-masing, dan untuk itu alangkah baiknya untuk mengikuti langkah-langkah penggunaan sesuai yang jelaskan di manual book nya masing-masing”.

Nah itulah penjelasan singkat tentang pengenalan alat Leaf Porometer yang dapat admin sampaikan kepada anda, dan jika anda ingin membeli alat tersebut anda bisa melihat berikut dibawah ini adalah spesifikasi dan model alat Leaf Porometer yang bisa anda beli, diantaranya yaitu sebagai berikut.

Jual Envilife WTA-220 Leaf Porometer

Leaf Porometer
Gambar Envilife WTA-220 Leaf Porometer

WTA-220 Leaf Porometer adalah perangkat yang dioperasikan dengan baterai, menu-driven yang digunakan untuk mengukur konduksi stomatal daun. Leaf Porometer mengukur koncamtal yang mencegah konduksi daun secara seri dengan dua elemen konduksi yang diketahui, dan membandingkan pengukuran kelembaban di antara mereka. Teknologi steady-state terobosan WTA – 220′ membuat pengukuran konduksi stomatal yang akurat dapat digunakan dan praktis untuk penelitian sehari-hari.

Tunggu apalagi? Order alatnya sekarang juga. Semoga artikel ini dapat dijadikan referensi khususnya bagi anda yang ingin membeli alat Leaf Porometer. Terimakasih.

Bagikan ini ke:
<a href="https://bloglab.id/author/bloglab/" target="_self">Erwin Widianto</a>

Erwin Widianto

Content Creator

Saya adalah seorang Content Creator dan SEO Spesialist yang berasal dari Jawa Barat, Indonesia yang memulai karir di bidang Digital Marketing sejak tahun 2017 hingga sekarang.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×