Larutan Kimia: Pengertian, Fungsi, Macam-macam Dan Penjelasannya

oleh | Des 12, 2022 | Kimia

Ada beberapa macam larutan-larutan dalam ilmu kimia yang dapat anda ketahui, untuk mengetahui apa saja jenis-jenisnya silahkan anda baca berikut ini pembahasan yang admin sampaikan untuk anda secara seksama.

Kimia

Apa itu kimia?

Kimia adalah ilmu yang mempelajari sifat, struktur, dan perubahan zat-zat yang ada di alam, serta interaksi antara zat-zat tersebut. Kimia juga mempelajari reaksi-reaksi kimia yang terjadi antara zat-zat, serta hubungan antara reaksi-reaksi tersebut dengan energi. Kimia banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti industri, pertanian, kedokteran, dan lain-lain.

Larutan Kimia

Apa itu larutan kimia?

Larutan kimia adalah suatu campuran homogen dari dua atau lebih unsur kimia dalam suatu fase cair. Contohnya, air adalah larutan yang paling umum, yang terdiri dari molekul H2O yang merupakan campuran dari unsur-unsur kimia hidrogen dan oksigen. Larutan dapat dibuat dengan mencampurkan zat terlarut dalam cairan pembawa (juga disebut pelarut), seperti air, etanol, atau benzena. Tingkat kekentalan larutan disebut konsentrasi, yang dapat dinyatakan dalam berbagai cara, seperti persentase massa, molalitas, atau molaritas.

Macam-macam Larutan Kimia dan pengertiannya

Apa saja macam-macam larutan kimia?

Ada banyak jenis larutan kimia yang bisa dibuat, tergantung pada jenis zat yang di larutkan dan konsentrasinya. Beberapa contoh macam-macam larutan kimia antara lain:

  • Larutan elektrolit, yaitu larutan yang mengandung ion-ion yang dapat mengalirkan arus listrik. Contoh: larutan NaCl (garam dapur), KNO3 (nitrat), HCl (asam klorida), dan lain-lain.
  • Larutan nonelektrolit, yaitu larutan yang tidak mengandung ion-ion yang dapat mengalirkan arus listrik. Contoh: larutan gula (sucrose), asam asetat (CH3COOH), dan lain-lain.
  • Larutan pekat, yaitu larutan yang memiliki konsentrasi zat terlarut yang tinggi. Contoh: larutan gula pasir yang dibuat dengan mencampurkan gula pasir dengan air sampai tidak bisa dilarutkan lagi.
  • Larutan cair, yaitu larutan yang memiliki konsentrasi zat terlarut yang rendah. Contoh: larutan garam dapur yang dibuat dengan mencampurkan garam dapur dengan air sampai terlarut sempurna.
  • Larutan asam, yaitu larutan yang memiliki pH di bawah 7. Contoh: larutan HCl (asam klorida), asam asetat (CH3COOH), dan lain-lain.
  • Larutan basa, yaitu larutan yang memiliki pH di atas 7. Contoh: larutan NaOH (natrium hidroksida), KOH (kalium hidroksida), dan lain-lain.

Selain itu, ada juga larutan standar yang digunakan untuk mengukur konsentrasi zat terlarut dalam suatu larutan. Contoh: larutan NaCl standar yang digunakan untuk mengukur konsentrasi garam dapur dalam suatu larutan.

1. Larutan elektrolit

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat mengalirkan arus listrik karena adanya ion-ion yang terlarut di dalamnya. Ion-ion tersebut dapat berasal dari proses pengionan, yaitu proses dimana suatu senyawa terionisasi menjadi ion-ion positif dan negatif. Contohnya, larutan garam dapat mengalirkan arus listrik karena terdapat ion Na+ dan Cl- yang terlarut di dalamnya. Larutan elektrolit dapat bersifat kuat atau lemah, tergantung pada jumlah ion yang terlarut di dalamnya. Larutan elektrolit kuat dapat mengalirkan arus listrik dengan mudah, sedangkan larutan elektrolit lemah hanya dapat mengalirkan arus listrik dengan sedikit hambatan.

2. Larutan nonelektrolit

Larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat mengalirkan arus listrik karena tidak mengandung ion-ion yang terlarut di dalamnya. Contohnya, larutan gula dapat dikategorikan sebagai larutan nonelektrolit karena tidak mengandung ion-ion yang dapat mengalirkan arus listrik. Larutan nonelektrolit dapat bersifat polar atau nonpolar, tergantung pada sifat molekul yang terlarut di dalamnya. Larutan polar memiliki muatan negatif dan positif yang terdistribusi secara tidak merata, sedangkan larutan nonpolar tidak memiliki muatan negatif atau positif yang terdistribusi secara tidak merata.

3. Larutan pekat

Larutan pekat adalah larutan yang memiliki konsentrasi tinggi, sehingga memiliki viskositas yang tinggi juga. Ini berarti bahwa larutan pekat akan terasa lebih kental ketika ditangan dibandingkan dengan larutan yang memiliki konsentrasi lebih rendah. Contohnya, larutan gula yang dibuat dengan mencampurkan banyak gula ke dalam air akan terasa lebih kental dibandingkan dengan larutan gula yang dibuat dengan mencampurkan sedikit gula ke dalam air. Konsentrasi larutan dapat dinyatakan dalam berbagai cara, seperti persentase massa, molalitas, atau molaritas.

4. Larutan cair

Larutan cair adalah campuran homogen dari dua atau lebih zat kimia dalam fase cair. Contohnya, air adalah larutan yang paling umum, yang terdiri dari molekul H2O yang merupakan campuran dari unsur-unsur kimia hidrogen dan oksigen. Larutan dapat dibuat dengan mencampurkan zat terlarut dalam cairan pembawa (juga disebut pelarut), seperti air, etanol, atau benzena. Tingkat kekentalan larutan disebut konsentrasi, yang dapat dinyatakan dalam berbagai cara, seperti persentase massa, molalitas, atau molaritas. Larutan cair dapat bersifat elektrolit atau nonelektrolit, tergantung pada apakah larutan tersebut mengandung ion-ion yang dapat mengalirkan arus listrik atau tidak.

5. Larutan asam

Larutan asam adalah larutan yang mengandung ion H+ yang dapat mengalirkan arus listrik. Ion H+ tersebut dapat berasal dari proses pengionan, yaitu proses dimana suatu senyawa terionisasi menjadi ion-ion positif dan negatif. Contohnya, larutan asam klorida (HCl) mengandung ion H+ dan Cl- yang dapat mengalirkan arus listrik. Larutan asam dapat bersifat kuat atau lemah, tergantung pada jumlah ion H+ yang terlarut di dalamnya. Larutan asam kuat dapat mengalirkan arus listrik dengan mudah, sedangkan larutan asam lemah hanya dapat mengalirkan arus listrik dengan sedikit hambatan.

6. Larutan basa

Larutan basa adalah larutan yang mengandung ion OH- yang dapat mengalirkan arus listrik. Ion OH- tersebut dapat berasal dari proses pengionan, yaitu proses dimana suatu senyawa terionisasi menjadi ion-ion positif dan negatif. Contohnya, larutan natrium hidroksida (NaOH) mengandung ion Na+ dan OH- yang dapat mengalirkan arus listrik. Larutan basa dapat bersifat kuat atau lemah, tergantung pada jumlah ion OH- yang terlarut di dalamnya. Larutan basa kuat dapat mengalirkan arus listrik dengan mudah, sedangkan larutan basa lemah hanya dapat mengalirkan arus listrik dengan sedikit hambatan.

Kesimpulan

Nah itulah penjelasan mengenai larutan kimia yang dapat admin sampaikan kepada anda tentang artikel kimia yang saya jelaskan diatas mudah-mudahan dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan menambah pengetahuan anda.

Bagikan ini ke:
<a href="https://bloglab.id/author/bloglab/" target="_self">Erwin Widianto</a>

Erwin Widianto

Content Creator

Saya adalah seorang Content Creator dan SEO Spesialist yang berasal dari Jawa Barat, Indonesia yang memulai karir di bidang Digital Marketing sejak tahun 2017 hingga sekarang.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×