Fungsi dan Cara Kerja Hardness Tester

oleh | Jan 12, 2023 | Laboratorium

Pada artikel ini, kami akan fokus pada hardness tester yang digunakan dalam laboratorium saja. Oleh karena itu, jika Anda ingin mengetahui fungsi dan prinsip kerja dari jenis tester keras lainnya, Anda harus mencari sumber lain. Namun, berdasarkan informasi yang kami baca, fungsi dan cara kerja dari hardness tester yang digunakan dalam laboratorium tetap sama.

Sebelum lulus kuliah, saya pernah mengikuti praktik kerja lapangan di sebuah perusahaan BUMN farmasi di Jakarta. Selama PKL tersebut, saya dapat mengenal berbagai macam alat pengujian yang digunakan dalam laboratorium farmasi, salah satunya adalah hardness tester. Kebetulan saya tertarik dengan alat ini, sehingga saya memutuskan untuk menuliskan informasi mengenai alat tersebut di dalam blog Lab.

Apa itu Hardness Tester Tablet?

Gambar Hardness Tester
(Gambar Hardness Tester)

Hardness tester adalah alat yang sering digunakan di laboratorium farmasi dan obat-obatan. Alat ini digunakan untuk mengukur kekerasan tablet obat yang telah diproduksi. Setelah tablet obat selesai diproduksi, mereka akan didistribusikan ke berbagai produsen di seluruh wilayah menggunakan berbagai jenis transportasi, seperti darat atau udara.

Untuk menjamin kualitas tablet obat, dilakukan pengujian kekerasan agar tablet tetap utuh selama proses pengiriman. Dengan melakukan uji kekerasan, diharapkan tablet obat tidak mudah rusak hingga sampai ke tangan pasien atau konsumen.

Fungsi Hardness Tester

Di laboratorium farmasi, alat yang digunakan untuk menguji kekerasan dan ketahanan tablet yang telah diproduksi adalah hardness tester. Uji ini sangat penting dilakukan untuk menentukan tingkat tekanan yang sesuai pada mesin produksi yang akan mempengaruhi disintegrasi tablet.

Jika tablet terlalu keras, tablet akan kesulitan untuk dihancurkan dalam proses pencernaan tubuh, sebaliknya jika tablet terlalu lembek, tablet akan mudah rusak dan hancur selama proses distribusi. Oleh karena itu, pengujian kekerasan tablet sangat penting dilakukan agar tablet memiliki tingkat kekerasan yang sesuai dan tidak mempengaruhi proses pencernaan atau distribusi.

Tidak semua tablet yang diproduksi akan diuji menggunakan hardness tester, melainkan hanya akan menggunakan sampel dari produksi batch untuk mewakili seluruh populasinya. Umumnya satuan yang digunakan dalam hardness tester adalah kg, pound, atau satuan lainnya.

Cara Kerja Hardness Tester

Hardness tester bekerja dengan cara menekan alat terhadap sampel tablet obat-obatan. Setelah itu, alat akan mengukur hasil pengujian kekerasan dengan cara membaca hasil uji melalui tampilan analog atau digital dalam satuan kg atau pound.

Saat ini ada beberapa jenis alat pengujian kekerasan yang tersedia, seperti monsanto tester, pfizer tester, dan strong cob. Namun dalam pengujian kekerasan tablet di laboratorium farmasi, strong cob lebih sering digunakan karena lebih mudah digunakan. Strong cob tersedia dalam 2 varian, yaitu manual dan otomatis. Perbedaannya hanyalah pada cara operasinya, manual menggunakan tuas dan otomatis menggunakan tombol saja.

Untuk menggunakan hardness tester pada tablet obat-obatan, berikut adalah cara yang dapat dilakukan:

  1. Persiapkan sampel obat yang akan diuji
  2. Masukkan tablet obat satu per satu ke dalam alat uji sesuai dengan tempatnya
  3. Tekan tombol ON/start untuk menggerakkan rotor hingga tablet pecah atau terbelah
  4. Catat atau cetak hasil uji kekerasan untuk pelaporan.

Alat pengujian kekerasan ini sangat mudah digunakan karena semua data dan angka akan ditampilkan secara digital. Jika Anda menguji banyak sampel, Anda hanya perlu membagi jumlah sampel yang diuji untuk mendapatkan rata-rata hasil uji.

Video tutorial Hardness Tester

(Sumber Video YoutTube @d3anafarmapolkesma37)

Kesimpulan

Secara umum, fungsi dari hardness tester adalah untuk menguji kekerasan dan ketahanan tablet obat-obatan. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui tingkat ketahanan tablet obat selama proses distribusi, penyimpanan, dan penggunaan oleh pasien. Dengan mengetahui tingkat kekerasan yang sesuai, diharapkan tablet obat tetap utuh dan tidak rusak selama proses tersebut.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: