Laboratorium

Cara Membaca Buret Yang Benar

Hallo sahabat BLOGLAB.ID, pada artikel kali ini disini saya akan menjelasakan kepada anda yaitu bagaimana cara membaca buret yang benar, untuk itu silahkan anda perhatikan penjelasannya berikut ini. Namun sebelum melanjutkan ke pembahasannya alangkah baiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa itu buret berikut ini.

Buret

Buret merupakan sebuah alat laboratorium yang terbuat dari bahan kaca dengan memiliki bentuk silinder. Dan selain itu alat ini memiliki garis ukur dan sumbatan keran pada bagian bawahnya. Baca selengkapnya.

Fungsi Buret

Dan selanjutnya perlu diketahui bahwa Buret dapat berfungsi yaitu untuk meneteskan sejumlah reagen cair dalam eksperimen yang tentunya memerlukan presisi, seperti eksperimen titrasi. Pengukuran dari buret sangatlah akurat. Baca selengkapnya.

Cara Membaca Buret

Lalu selanjutnya berikut ini adalah tentang bagaimana cara membaca buret yang benar, untuk langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

cara membaca buret yang benar
Gambar Ilustrasi Cara Membaca Buret
  1. Silahkan perhatikan tanda meniskus pada gambar ilustrasi di atas . Pada gambar, meniskus berada pada garis 19 mL. Hal ini menunjukkan bahwa volume zat tersebut berkisar di angka 19 mL. Angka 19 ini dapat kita sebut juga skala besar.
  2. Dengan akurasi 0,05 mL, maka buret memiliki 2 angka di belakang koma. Sama halnya seperti membaca alat ukur lainnya, kita perlu membaca skala kecilnya setelah membaca skala besar. Jarak antara garis pertama dan garis kedua memiliki nilai 0,10 mL. Dan jarak antara garis kedua dan ketiga bernilai 0,10 mL. Begitu pun seterusnya.
  3. Pada gambar tersebut, meniskus terletak di garis kelima maka bernilai 0,50 mL. Nah, selanjutnya kita hanya perlu menjumlahkan skala besar+skala kecil (19+0,50) mL. Sehingga kesimpulan dari gambar tersebut, pembacaan yang benar adalah 19,50 mL. Mudah, kan?
  4. Pada umumnya, proses titrasi tidak hanya dilakukan sekali namun beberapa kali pengulangan (duplo/triplo). Maka untuk melanjutkan proses titrasi berikutnya tidak perlu menambah volume larutan pada buret untuk mencapai skala 0 kembali, cukup dengan mencatat volume setelah titrasi pertama dan kemudian lakukan titrasi kedua. Untuk menentukan volume titran yang telah kita gunakan, kita hanya perlu mengurangi volume akhir dengan volume yang telah kita catat di awal.

Kesimpulan

Nah itulah penjelasan yang dapat saya sampaikan kepada anda mengenai tata cara membaca buret yang benar, untuk itu sekian pembahasan dari saya mudah-mudahan artikel ini dapat bermanfaat, dan selain itu bagi anda yang sedang mencari perusahaan yang menjual peralatan laboratorium silahkan kunjungi di link berikut ini yaitu di www.envilife.co.id.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik bintang untuk menilainya!

Penilaian rata-rata / 5. Jumlah rating:

Tidak ada rating sejauh ini! Jadilah yang pertama untuk menilai artikel ini.

Kami mohon maaf bahwa artikel ini tidak berguna untuk Anda!

Mari kita tingkatkan artikel ini!

Beri tahu kami bagaimana kami dapat meningkatkan artikel ini?

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Silahkan matikan pemblokir iklan anda terlebih dahulu!