Pengertian Largest Contentful Paint (LCP) dan Cara Optimasinya

oleh | Jan 15, 2024 | Website

Largest Contentful Paint (LCP) adalah salah satu metrik yang digunakan untuk mengukur kualitas pengalaman pengguna (user experience) pada sebuah website. Metrik ini menunjukkan seberapa cepat elemen terbesar pada halaman web dapat ditampilkan di layar pengguna tanpa perlu melakukan scrolling. Elemen terbesar ini bisa berupa gambar, video, atau teks.

LCP merupakan bagian dari Core Web Vitals, yaitu kumpulan metrik yang diperkenalkan oleh Google pada tahun 2021 untuk menilai performa website dari sudut pandang pengguna. Core Web Vitals terdiri dari tiga metrik utama, yaitu:

  • Largest Contentful Paint (LCP), yang mengukur waktu loading halaman web.
  • First Input Delay (FID), yang mengukur waktu responsivitas halaman web terhadap interaksi pengguna pertama.
  • Cumulative Layout Shift (CLS), yang mengukur stabilitas tata letak halaman web selama loading.

Core Web Vitals menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi peringkat website di hasil pencarian Google (SERP). Oleh karena itu, penting bagi pemilik website untuk mengoptimalkan metrik-metrik ini agar website mereka dapat memberikan pengalaman pengguna yang optimal dan meningkatkan trafik organik.

Bagaimana Cara Mengukur LCP?

Untuk mengukur nilai LCP, kita dapat menggunakan beberapa alat yang disediakan oleh Google, seperti:

  • PageSpeed Insights, yang dapat menganalisis dan memberikan laporan tentang performa website secara keseluruhan, termasuk LCP, FID, dan CLS. Alat ini juga memberikan saran-saran untuk meningkatkan performa website berdasarkan data lapangan (field data) dan data laboratorium (lab data).
  • Google Search Console, yang dapat memberikan gambaran tentang performa website di hasil pencarian Google, termasuk Core Web Vitals. Alat ini juga memberikan peringatan jika ada masalah yang perlu diperbaiki pada website.
  • Chrome DevTools, yang dapat digunakan untuk mengukur LCP secara real-time pada browser Chrome. Alat ini juga dapat digunakan untuk mendiagnosis penyebab rendahnya nilai LCP.

Menurut Google, nilai LCP yang baik adalah di bawah 2,5 detik. Nilai yang buruk adalah di atas 4 detik. Nilai yang perlu ditingkatkan adalah antara 2,5 detik hingga 4 detik. Baca juga “Pengertian First Input Delay (FID) dan Cara Optimasinya“.

Apa Saja Elemen yang Diukur oleh LCP?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, LCP mengukur waktu loading elemen terbesar pada halaman web. Elemen terbesar ini dapat berupa:

  • Gambar, baik yang menggunakan tag <img> maupun yang menggunakan CSS background-image.
  • Video, baik yang menggunakan tag <video> maupun yang menggunakan thumbnail video.
  • Teks, baik yang menggunakan tag <p><h1><h2>, dan sebagainya.

Elemen-elemen ini dapat berubah seiring dengan proses loading halaman web. LCP akan merekam elemen terbesar yang terakhir muncul di layar pengguna. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa elemen terbesar pada halaman web dapat dimuat dengan cepat dan tidak berubah-ubah.

Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Nilai LCP?

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi nilai LCP, antara lain:

  • Waktu respons server, yaitu waktu yang dibutuhkan oleh server untuk mengirimkan data ke browser pengguna. Waktu respons server yang lambat dapat menyebabkan keterlambatan dalam proses rendering halaman web, termasuk elemen terbesarnya.
  • Penggunaan JavaScript dan CSS, yaitu kode-kode yang digunakan untuk menambahkan fungsi dan gaya pada halaman web. Penggunaan JavaScript dan CSS yang berlebihan atau tidak optimal dapat menyebabkan blokir rendering, yaitu kondisi di mana browser harus menunggu kode-kode tersebut selesai dijalankan sebelum dapat menampilkan halaman web.
  • Waktu loading resource, yaitu waktu yang dibutuhkan oleh browser untuk mengunduh dan memproses resource yang dibutuhkan oleh halaman web, seperti gambar, video, font, dan sebagainya. Waktu loading resource yang lambat dapat menyebabkan elemen terbesar pada halaman web tidak dapat dimuat dengan cepat.
  • Client-side rendering, yaitu teknik yang digunakan untuk membuat halaman web dengan menggunakan JavaScript di sisi klien (browser). Teknik ini dapat meningkatkan interaktivitas dan dinamika halaman web, tetapi juga dapat menyebabkan keterlambatan dalam proses rendering, terutama jika JavaScript yang digunakan berat atau kompleks.

Bagaimana Cara Mengoptimalkan LCP?

Untuk mengoptimalkan LCP, kita dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  • Mengoptimalkan file CSS, yaitu dengan mengurangi ukuran dan jumlah file CSS yang digunakan, menghapus kode-kode CSS yang tidak perlu atau tidak digunakan, dan menempatkan file CSS yang penting di bagian atas dokumen HTML. Hal ini dapat mengurangi waktu loading dan blokir rendering CSS.
  • Mempercepat waktu respons server, yaitu dengan menggunakan penyedia web hosting yang tepercaya dan berkualitas, mengoptimalkan database dan query, dan menerapkan caching di sisi server. Hal ini dapat mengurangi waktu tunggu data dari server ke browser.
  • Mengoptimalkan gambar, yaitu dengan mengurangi ukuran dan resolusi gambar, menggunakan format gambar yang tepat, dan menerapkan teknik lazy loading. Hal ini dapat mengurangi waktu loading dan bandwidth gambar.
  • Menggunakan content delivery network (CDN), yaitu jaringan server yang tersebar di berbagai lokasi geografis yang dapat menyimpan dan menyajikan resource halaman web dengan lebih cepat dan efisien. Hal ini dapat mengurangi jarak dan waktu antara server dan browser pengguna.
  • Memperhatikan font website, yaitu dengan menggunakan font yang mudah dimuat dan ditampilkan oleh browser, mengurangi jumlah dan variasi font yang digunakan, dan menerapkan teknik font-display. Hal ini dapat mengurangi waktu loading dan blokir rendering font.
  • Menerapkan sistem caching, yaitu dengan menggunakan teknik yang dapat menyimpan resource halaman web di browser pengguna sehingga tidak perlu diunduh ulang setiap kali mengunjungi halaman web. Hal ini dapat mengurangi waktu loading dan bandwidth resource.
  • Mengoptimalkan JavaScript, yaitu dengan mengurangi ukuran dan jumlah file JavaScript yang digunakan, menghapus kode-kode JavaScript yang tidak perlu atau tidak digunakan, dan menunda parsing JavaScript yang tidak penting. Hal ini dapat mengurangi waktu loading dan blokir rendering JavaScript.

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, kita dapat meningkatkan nilai LCP dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik pada website kita. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

Jika anda membutuhkan jasa pembuatan website silahkan hubungi kami sekarang juga untuk informasi lebih lanjut.

Sumber: web.dev

Bagikan ini ke:
<a href="https://bloglab.id/author/bloglab/" target="_self">Erwin Widianto</a>

Erwin Widianto

Content Creator

Saya adalah seorang Content Creator dan SEO Spesialist yang berasal dari Jawa Barat, Indonesia yang memulai karir di bidang Digital Marketing sejak tahun 2017 hingga sekarang.

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×